Perpisahan Xabi Alonso dan Real Madrid seperti Bom, Pemain Terkejut
Media Spanyol, Diario As, menulis perpisahan Xabi Alonso dan Real Madrid seperti bom. Skuad Real Madrid dibuat terkejut.
Xabi Alonso resmi meletakkan jabatannya sebagai pelatih Real Madrid pada Senin (12/1/2026).
Berita kepergian Xabi Alonso muncul sehari setelah Real Madrid asuhannya kalah 2-3 dari sang rival bebuyutan, Barcelona, dalam laga final Piala Super Spanyol di Jeddah, Arab Saudi.
Xabi Alonso dan Real Madrid disebut sama-sama sepakat untuk mengakhiri kerja sama.
Formula perpisahan yang disebut melalui situs resmi Real Madrid adalah "mutual termination".
Mengacu kepada keterangan itu, artinya Xabi Alonso tidak akan menerima pesangon untuk menebus sisa kontraknya yang sejatinya masih berlaku sampai Juni 2028.
Setelah Alonso pergi meninggalkan jabatan pelatih, Real Madrid langsung bergegas menunjuk pengganti.
Kepergian Xabi bak Bom di Ruang Ganti
Pengganti Xabi Alonso adalah Alvaro Arbeloa yang sebelumnya menangani Real Madrid Castilla, alias Tim B Los Blancos.
"Pemecatan Xabi datang bak bom di ruang ganti Real Madrid, karena para pemain sama sekali tidak mengetahuinya dan juga tidak menduganya," tulis jurnalis Diario As, Manu De Juan.
"Situasi serupa terjadi di ruang ganti Castilla yang juga tidak memiliki informasi apa pun mengenai keputusan ini, padahal langkah tersebut jelas berdampak langsung bagi mereka."
"Sebab Arbeloa akan meninggalkan bangku pelatih tim cadangan untuk mengambil alih kursi pelatih tim utama."
"Siapa yang akan mewarisi posisi pelatih Castilla kini masih menjadi tanda tanya, sebuah misteri lain yang belum terjawab," demikian informasi yang tertuang dalam sebuah artikel di Diario As.
Selama 232 hari bertugas di bangku kepelatihan Real Madrid, Xabi Alonso dikabarkan sempat kehilangan kendali ruang ganti tim.
Salah satu masalah yang mengemuka adalah ketegangan dengan Vinicius Jr. Dalam partai kontra Barcelona di pentas Liga Spanyol akhir Oktober 2025 silam, Vini Jr dengan gamblang menunjukkan reaksi tidak suka ketika ditarik keluar oleh Alonso.
Gelandang Barcelona, Frenkie De Jong, dan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, berebut bola pada laga final Piala Super Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid di Stadion King Abdullah di Jeddah pada 11 Januari 2026.
Respek dari Pemain
Kendati demikian, Alonso juga mendapatkan cinta dan respek dari pemainnya. Sejumlah pemain Real Madrid mengucapkan kata-kata perpisahan begitu mereka tahu kabar Alonso pergi meninggalkan bangku pelatih tim.
"Mister, terima kasih banyak atas segalanya; pembelajaran, kepercayaan sejak hari pertama dan, yang terpenting, kesempatan yang telah Anda berikan kepada saya," tulis bomber muda Real Madrid, Gonzalo Garcia.
"Saya mendoakan yang terbaik untuk Anda selalu," katanya menambahkan.
Sementara itu, gelandang Perancis Eduardo Camavinga, menunjukkanr rasa hormatnya kepada Xabi Alonso.
"Terima kasih, Mister, atas kerja keras, semangat, dan semua kontribusi Anda kepada tim."
"Saya telah banyak belajar dari Anda dan saya akan selalu menghormati Anda. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depan Anda. Respek," tutur Camavinga.
Kesan bagus juga didapatkan Kylian Mbappe selama dibesut Alonso di Real Madrid.
"Meskipun singkat, sungguh menyenangkan bisa bermain untuk Anda dan belajar dari Anda," demikian tulis penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe di Instagram pribadinya.
"Terima kasih telah memberi saya kepercayaan diri sejak hari pertama. Saya akan mengingat Anda sebagai manajer yang memiliki ide-ide yang jelas dan mengetahui banyak hal tentang sepak bola."
"Semoga sukses untuk babak selanjutnya," tulis Kylian Mbappe via fitur Instagram Story.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang