ISEF 2025 Catat Transaksi hingga Rp3,1 Triliun, BI Pede RI Bakal Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.

Bank Indonesia mengungkapkan, gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) akhir pekan lalu mencatat nilai transaksi business matching pembiayaan, perdagangan, dan omset penjualan senilai Rp3,1 triliun. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengungkapkan, capaian ini makin menegaskan peran ISEF sebagai gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

“Melalui sinergi lintas sektor dan inovasi berkelanjutan, mari kita jadikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga pusat gravitasi ekonomi syariah dunia,” ungkap Destry dalam penutupan ISEF ke-12 tahun 2025, di Jakarta, dikutip Senin, 13 Oktober 2025.

Dia menjabarkan, capaian tersebut juga menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan dan partisipasi pelaku ekonomi syariah nasional maupun global terhadap pengembangan ekosistem syariah di Indonesia. ISEF 2025 melibatkan lebih dari 700 pelaku usaha syariah, termasuk UMKM halal dan industri, lembaga keuangan syariah, pelaku industri kreatif, serta investor domestik dan internasional dari berbagai negara.

Rangkaian kegiatan terdiri dari 22 forum domestik dan internasional, 28 kegiatan pameran produk halal dan business linkage, 30 talkshow dan community activities, serta 20 kategori kompetisi bekerja sama dengan 34 Kementerian/Lembaga dan 30 mitra internasional. Penyelenggaraan ISEF tahun ini juga dihadiri 89 ribu pengunjung, baik secara luring maupun daring.

Gedung Bank Indonesia (tampak depan)

Destry menegaskan, semangat sinergi yang telah terbangun karena keberhasilan ISEF bukanlah akhir. Melainkan awal dari perjalanan panjang menuju ekonomi syariah Indonesia yang tangguh, berdaya saing, dan berkeadilan.

ISEF tahun ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif" dan menghadirkan lebih dari 60 kegiatan utama yang terbagi dalam empat klaster besar. Pertama, Halal Industry & Sharia Business Forum yang menampilkan business matching, trade and investment forum, serta Halal Expo yang mempertemukan pelaku usaha halal dengan mitra global.

Kedua, Sharia Finance & Investment Forum yang membahas penguatan pasar keuangan syariah, green sukuk, dan Islamic social finance. Ketiga, Sharia Social and Education Movement yang mencakup literasi dan edukasi ekonomi syariah, forum akademik, hingga kompetisi inovasi generasi muda seperti Youth Sharia Entrepreneurship Forum dan Shariapreneur Innovation Challenge, dan terakhir adalah Art, Culture, and Halal Lifestyle Exhibition yang menampilkan modest fashion show, kuliner halal, dan produk kreatif berbasis nilai-nilai syariah.

ISEF 2025 terselenggara atas kolaborasi  Bank Indonesia dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta didukung oleh berbagai Kementerian/Lembaga, asosiasi industri halal, lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, komunitas kreatif, dan mitra internasional. Ke depan, ISEF akan terus dikembangkan menjadi platform global kolaborasi ekonomi syariah, dengan fokus pada digitalisasi, inovasi pembiayaan, dan penguatan rantai nilai halal nasional.