BPS Catat 15,39 Juta Wisman Kunjungi RI sepanjang 2025, Didominasi dari ASEAN

Wisatawan asing di Pantai Double Six Seminyak Bali
Wisatawan asing di Pantai Double Six Seminyak Bali

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono melaporkan, total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan, atau meningkat 10,8 persen secara tahunan.

Ateng menjelaskan, lonjakan tersebut ditopang oleh peningkatan kunjungan pada Desember 2025, yang mencapai 1,41 juta kunjungan. Angka ini naik 14,43 persen, dibandingkan periode Desember 2024 yang tercatat sebanyak 1,23 juta kunjungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika dilihat dari sisi negara asal, kunjungan wisman sepanjang 2025 didominasi oleh wisatawan dari kawasan ASEAN yakni sebanyak 41,3 persen," kata Ateng dalam telekonferensi pers, Senin, 2 Februari 2026.

Wisatawan asing di Bali

Dia merinci, wisatawan berkebangsaan Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 17,2 persen, dan Singapura sebesar 9,9 persen. BPS juga mencatat, secara rata-rata sepanjang tahun 2025, wisman menghabiskan sekitar US$1.267,07 selama berada di Indonesia.

"Wisman negara-negara ASEAN rata-rata kunjungannya ke Indonesia itu hanya 4,33 hari atau terpendek jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, Dengan total pengeluaran dari wisman dari ASEAN yaitu 661,91 dolar AS per kunjungannya," ujarnya.

Selain wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada Desember 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 105,98 juta perjalanan, atau tumbuh 4,84 persen dibandingkan Desember 2024.

Secara kumulatif, sepanjang 2025 jumlah perjalanan wisnus tercatat mencapai 1,2 miliar perjalanan, meningkat 17,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan bahkan melampaui kondisi sebelum pandemi, di mana pada 2019 jumlah perjalanan wisnus tercatat sebanyak 722,16 juta perjalanan.

Selain itu, lanjut Ateng, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan, pihaknya juga mencatat pertumbuhan pada sejumlah moda transportasi. Pada Desember 2025, jumlah penumpang angkutan udara internasional mencapai 1,79 juta orang, atau naik 3,97 persen secara tahunan.

Jumlah penumpang kereta api meningkat menjadi 50,69 juta orang atau tumbuh 10,51 persen, sementara penumpang angkutan laut domestik tercatat sebanyak 2,62 juta orang atau naik 10,56 persen. Di sisi lain, penumpang angkutan udara domestik tercatat sebanyak 5,46 juta orang atau mengalami penurunan 4,05 persen dibandingkan Desember 2024.

"Sementara penumpang angkutan penyeberangan ASDP mencapai 4,70 juta orang atau tumbuh tipis 0,32 persen," kata Ateng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian untuk angkutan barang, BPS mencatat volume barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik pada Desember 2025 mencapai 46,36 juta ton, meningkat 18,91 persen secara tahunan. Sementara barang yang diangkut menggunakan kereta api tercatat sebesar 6,6 juta ton, atau naik 3,19 persen.

"Sebaliknya, angkutan udara domestik mencatat penurunan volume barang menjadi 57 ribu ton atau turun 10,38 persen," ujarnya.