Xabi Alonso Bicara Mental Juara Real Madrid Usai Singkirkan Atletico di Semifinal Piala Super Spanyol

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso

Real Madrid memastikan tiket ke final Piala Super Spanyol setelah menyingkirkan Atletico Madrid pada laga semifinal yang digelar di King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, Jumat dini hari WIB, 9 Januari 2026. Laga berlangsung ketat dan sarat tensi, memperlihatkan kuatnya karakter dua rival sekota tersebut.

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menilai kemenangan ini lahir dari kemampuan timnya dalam menghadapi pertandingan besar. Ia menyebut gol cepat Federico Valverde menjadi faktor penting yang mengubah jalannya laga.

“Ini pertandingan yang sangat ketat. Gol cepat Fede memberi kami keuntungan dan sedikit mengubah segalanya karena kami punya sesuatu yang harus dipertahankan,” kata Xabi Alonso, dikutip dari laman resmi Real Madrid.

Alonso menilai Real Madrid mampu mengontrol permainan pada babak pertama dan tidak terlalu banyak mendapat ancaman berarti dari Atletico Madrid.

Pemain Real Madrid

“Di babak pertama kami hampir tidak mendapat tekanan. Ini adalah pertandingan semifinal dan tim ini tahu bagaimana bermain di semifinal serta tahu bagaimana cara bersaing. Target kami adalah mencapai final,” ujarnya.

Situasi sempat berubah pada babak kedua saat Atletico Madrid memperkecil ketertinggalan. Alonso mengakui timnya harus melakukan penyesuaian dan berjuang lebih keras untuk menjaga keunggulan.

“Pertandingan berjalan sangat intens. Saat skor menjadi 1-2 kami harus melakukan perubahan, tetapi ada momen ketika kami kembali tenang, dan pada akhirnya kami bertahan dengan baik,” ujar Alonso.

Menurutnya, kemampuan bertahan di fase akhir laga menjadi bagian penting dalam upaya meraih gelar juara.

Alonso menegaskan bahwa cara bermain seperti itulah yang dibutuhkan untuk bersaing memperebutkan trofi pada partai final hari Minggu. Ia mengaku senang karena target utama timnya, yakni lolos ke final, berhasil dicapai setelah menghadapi lawan yang sangat kuat.

Ia kemudian memberikan pujian khusus kepada Federico Valverde. Menurut Alonso, gelandang asal Uruguay itu tampil sangat impresif, bukan hanya karena mencetak gol dan assist, tetapi juga karena kontribusinya dalam bertahan dan menyerang. Intensitas permainan Valverde dinilai mencerminkan gen kompetitif yang dimilikinya, sementara gol yang dicetak disebut sebagai gol khas yang menunjukkan kualitasnya.

Terkait pernyataan Diego Simeone kepada Vinicius Junior setelah sang pemain ditarik keluar, Alonso menyampaikan sikap kritis. Ia menilai ucapan tersebut bukan contoh sportivitas yang baik dan menegaskan bahwa tidak semua hal dapat dibenarkan di lapangan. Menurutnya, rasa hormat terhadap lawan harus tetap dijaga karena setiap tindakan memiliki batas.

Pelatih asal Spanyol itu juga menjelaskan alasan menarik keluar Antonio Rüdiger dan Raúl Asencio. Ia mengungkapkan bahwa Rüdiger mengalami masalah pada lututnya setelah melakukan upaya maksimal, sementara Asencio juga sudah mengalami kelelahan. Karena itu, tim pelatih memutuskan memasukkan pemain dengan kondisi fisik lebih segar untuk menjaga soliditas lini pertahanan.

Ia menambahkan masuknya Fran Garcia dan Ferland Mendy membawa keseimbangan baru, sementara peran Jude Bellingham di posisi double pivot membantu tim lebih tenang dalam mengalirkan bola.

Soal Kylian Mbappe, Alonso memastikan sang penyerang akan segera menyusul tim dan berpeluang tampil di partai final.

“Dia jauh lebih baik. Dia sudah berlatih dan merasa nyaman. Peluangnya untuk bermain sama dengan pemain lain di dalam skuad,” tutup Alonso.