Respons Persib soal Kemungkinan Pendukung Persija Datang ke GBLA
Manajemen Persib Bandung mengambil langkah tegas untuk memastikan tidak ada suporter Persija Jakarta yang masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga klasik berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026.
Larangan kehadiran suporter tim tamu masih berlaku di Super League 2025/2026. Artinya, pendukung Persija tidak diperkenankan datang ke stadion, meski laga sarat gengsi ini diprediksi menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional.
Antusiasme suporter yang ingin mendampingi tim kesayangannya pun harus dibatasi demi menjaga keamanan. Hal serupa juga berlaku bagi pendukung Persija yang diimbau untuk tidak berangkat ke Bandung pada akhir pekan ini.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya suporter tamu yang nekat menyelinap, manajemen Persib telah menjalin komunikasi intens dengan pihak Persija Jakarta, termasuk meminta dukungan dari komunitas suporter.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengatakan koordinasi dilakukan secara langsung sebagai bentuk pencegahan sejak dini.
“Dari pihak PT, kami berkomunikasi langsung dengan Persija. Secara personal juga sudah berkoordinasi dengan tim sekretariat mereka untuk terus melakukan imbauan. Kami berharap teman-teman komunitas juga bisa membantu mengingatkan jika ada potensi atau pergerakan menuju Bandung,” ujar Adhitia.
Menurutnya, laga Persib kontra Persija merupakan hajatan bagi pendukung Maung Bandung. Dukungan penuh bobotoh diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim untuk meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
“Kami sangat berterima kasih dan mengimbau agar semua pihak tetap menjaga keamanan dan keselamatan bersama, serta mematuhi aturan yang berlaku,” tambah Adhitia usai rapat koordinasi pengamanan di Polrestabes Bandung, Kamis, 8 Januari 2026.
Manajemen Persib juga mengungkapkan antusiasme tinggi dari bobotoh. Hingga saat ini, sekitar 26 ribu tiket telah terjual sesuai dengan kuota yang disepakati bersama pihak kepolisian.
Untuk meminimalisasi potensi keributan, Persib menambah jumlah steward di dalam dan sekitar stadion. Selain itu, pemantauan aktivitas media sosial juga dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sebelum dan saat pertandingan berlangsung.
“Kami meminta pengamanan lebih ketat di sejumlah titik, menambah personel steward, melibatkan akun-akun komunitas untuk mengedukasi suporter, serta terus memantau media sosial demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Adhitia.