Respons Bojan Hodak Melihat Masa-masa Sulit Ramon Tanque di Persib
Penyerang Persib Bandung asal Brasil, Ramon Tanque, masih belum bisa mencetak gol sejak didatangkan pada awal musim.
Ramon Tanque masih mandul setelah melalui tujuh pertandingan Persib di Super League 2025-2026 dan AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.
Padahal, rekam jejaknya sebagai predator di kotak penalti sudah teruji musim lalu, saat mencetak 21 gol dari 28 penampilan bersama Visakha FC di Liga Kamboja.
Kondisi tersebut membuat Ramon Tanque dalam sorotan, ketika dua penyerang Persib lainnya Uilliam Barros dan Andrew Jung masing-masing sudah mampu menyumbangkan gol.
Pelatih Persib Bojan Hodak tak akan terburu-buru memberikan penilaian akhir untuk penyerang 27 tahun itu. Hodak masih ingin memberikannya ruang untuk beradaptasi.
“Saya tidak memiliki ultimatum untuk Ramon, bagi saya yang penting kami bisa memenangkan pertandingan, tak ada yang lain,” kata Hodak.
“Tak peduli siapa yang mencetak gol, terpenting adalah ketika tim ini punya lebih banyak pemain yang mencetak gol itu lebih bagus,” tuturnya.
Sekarang Uilliam Barros mencetak gol tanpa henti ibarat mengambil tanggung jawab yang disematkan oleh sang pelatih.
Sejak laga pertama liga, Barros sudah mencetak enam gol dari sembilan pertandingan.
Hodak percaya kepada Ramon Tanque. Ketika keran golnya sudah terbuka, maka penyerangan Maung Bandung akan lebih berbahaya dan fantastis.
Seorang penyerang hanya membutuhkan satu gol untuk membuatnya lebih percaya diri untuk mencetak gol-gol lainnya.
“Baros mencetak gol tanpa henti, ketika Ramon mulai mencetak gol itu akan menjadi fantastis,” ujar pelatih asal Kroasia itu.
Peran Ramon Tanque Bukan Hanya Mencetak Gol
Aksi para pemain Persib Bandung ketika bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Ada hal terlewatkan dari sudut pandang penonton yang melihat kinerja Ramon Tanque di lini depan Persib.
Sebagai penyerang memang tugasnya adalah mencetak gol, namun ada sisi positif yang diambil Hodak ketika Ramon bermain.
Arah serangan Persib lebih tertuju mengarah ke target man di kotak penalti.
Ramon punya kekuatan fisik bagus dalam menahan dan melindungi bola sambil menunggu pemain lain membuka ruang.
Ramon juga bisa menarik dua pemain lawan untuk mengambil bola dari penguasaan kakinya, selain itu Hodak menilai Ramon jadi pemain yang palin sering melakukan pressing kepada lawan.
“Tetapi dia melakukan hal-hal lain selain tugasnya mencetak gol, dia melakukan pressing lebih baik daripada siapa pun di tim ini, dan Anda lihat ketika dia masuk ke lapangan, bahwa mereka tidak dapat membangun serangan dengan nyaman sama sekali,” beber Hodak.