Federico Barba Jadi Kapten Persib, Ini Respons Marc Klok

Kapten Persib, Marc Klok (Foto: Dede Idrus)
Kapten Persib, Marc Klok (Foto: Dede Idrus)

 Keputusan Persib Bandung menunjuk Federico Barba sebagai kapten saat menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ke-15 Super League 2025/2026 sempat memunculkan tanda tanya. Pasalnya, bek asal Italia itu tergolong pemain baru yang bergabung di awal musim.

Namun di balik keputusan tersebut, terdapat pertimbangan teknis dan kebutuhan tim. Marc Klok, yang harus absen karena cedera, mengungkap bahwa penunjukan Barba bukan keputusan mendadak, melainkan hasil diskusi antara dirinya dan pelatih Bojan Hodak.

Pada laga tersebut, Persib dalam situasi krusial karena membutuhkan kemenangan untuk tetap bersaing di papan atas klasemen. Absennya Marc Klok sebagai kapten utama memaksa tim pelatih mencari sosok pemimpin alternatif di lapangan.

Bek Persib Bandung, Federico Barba

Klok mengungkap bahwa dirinya terlibat langsung dalam diskusi bersama Bojan Hodak terkait pemilihan kapten sementara. Dalam struktur tim, Beckham Putra sejatinya merupakan kapten kedua setelah Klok. Namun, keputusan taktikal membuat Beckham memulai laga dari bangku cadangan.

“Ya, bagus (Barba jadi kapten),” ujar Marc Klok kepada awak media.

Dalam kondisi tersebut, Federico Barba dinilai sebagai opsi paling tepat. Pengalamannya bermain di Eropa menjadi salah satu pertimbangan utama. Klok menyebut Barba memiliki karakter kepemimpinan yang tenang, komunikatif, dan mampu membuat rekan setim merasa nyaman saat menjalankan instruksi.

“Saya bicara sama Bojan, rekomendasi siapa. Beckham setelah saya kapten, siapa lagi bisa,” kata Klok.

Menurut pemain berusia 32 tahun itu, Barba menunjukkan kualitas sebagai pemimpin meski baru bergabung. Ia mampu menjalankan peran kapten dengan baik dan berkontribusi dalam kemenangan Persib atas Bhayangkara FC.

Pengalaman Barba di klub-klub Eropa juga dianggap sebagai modal penting dalam menghadapi tekanan pertandingan. Sosoknya yang rileks namun cerdas dinilai cocok memimpin tim dalam situasi krusial.

“Dia main di klub luar biasa. Punya karakter dan juga relaks, tapi pintar. So, kita boleh pilih Barba,” ucap Klok.