Gempa M 5,0 Guncang Talaud Sulut Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara dan sekitarnya, diguncang gempa bumi tektonik pada Kamis (1/1/2026) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut terjadi pukul 09.56.23 WIB.
Berdasarkan hasil analisis terkini BMKG, gempa memiliki parameter update magnitudo M 4,7 dengan episenter berada di laut, tepatnya pada koordinat 4,95 derajat lintang utara dan 127,37 derajat bujur timur.
Lokasi pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Pulau Karatung, Kepulauan Talaud, dengan kedalaman 83 kilometer.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk jenis gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Filipina.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono dalam keterangan resminya, Kamis (1/1/2026).
Wilayah yang merasakan gempa Talaud
Gempa bumi tektonik M 6,1 mengguncang wilayah Laut Sulawesi, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (28/6/2025) pukul 06.07 WIB.
BMKG juga merilis peta guncangan (shakemap) yang menunjukkan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Kepulauan Talaud.
Getaran dengan intensitas III–IV MMI dirasakan di Kecamatan Nanusa, sementara wilayah Gemeh dan Tampan’ Amma merasakan guncangan dengan skala II–III MMI.
Pada tingkat tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada kendaraan berat melintas.
Sejauh ini, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG juga memastikan bahwa sampai pukul 10.15 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi dan potensi tsunami hanya disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang