Analisis Gempa Bengkulu M 5,7 dan Wilayah yang Merasakannya...

Bengkulu, gempa Bengkulu, Gempa Bumi, Analisis Gempa Bengkulu M 5,7 dan Wilayah yang Merasakannya...

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 mengguncang wilayah Bengkulu dan sekitarnya pada Sabtu (6/3/2026) pukul 23.58 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah Sumatera dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 3,06° Lintang Selatan dan 101,54° Bujur Timur atau sekitar 71 kilometer tenggara Mukomuko, Bengkulu, dengan kedalaman 85 kilometer.

Analisis gempa Bengkulu magnitudo 5,7

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, gempa tersebut termasuk kategori gempa menengah yang terjadi akibat aktivitas tektonik di zona subduksi.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi dalam lempeng Indo-Australia,” ujar Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (8/3/2026).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique-thrust),” kata Rahmat.

Wilayah yang merasakan

Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah di Bengkulu dan sekitarnya dengan tingkat intensitas yang berbeda.

Di Argamakmur, Mukomuko, dan Silaut, guncangan tercatat mencapai skala IV MMI atau dirasakan banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, di Kota Bengkulu dan Kepahiang getaran tercatat pada skala III MMI, yakni terasa nyata di dalam rumah seperti saat truk berat melintas.

Adapun di wilayah Rejang Lebong, intensitas gempa mencapai II MMI atau dirasakan oleh sebagian orang dengan benda ringan yang bergoyang.

Tak berpotensi tsunami

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan.

Hingga pukul 00.25 WIB, pemantauan BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan setelah peristiwa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali masuk ke dalam rumah.

Selain itu, masyarakat diminta hanya mengakses informasi resmi terkait gempa melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang