Gempa Taiwan M 6,6 Terjadi di Palung Ryukyu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,6 yang mengguncang wilayah timur Taiwan pada Sabtu (27/12/2025) malam, dipastikan tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa karakteristik gempa tersebut tidak memenuhi syarat sebagai pemicu gelombang tsunami ke perairan Nusantara.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa terjadi di laut dengan kedalaman menengah, sehingga energinya tidak berpotensi mengganggu kolom air laut secara signifikan.
“Gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia,” kata Daryono dalam keterangan resminya, Minggu (28/12/2025).
Penyebab pemicu gempa Taiwan
Ilustrasi gempa bumi.
BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 24,65 derajat Lintang Utara dan 122,04 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 67,5 kilometer.
Lokasi dan kedalaman tersebut menunjukkan bahwa gempa dipicu oleh deformasi internal lempeng di kawasan Palung Ryukyu.
Selain itu, mekanisme sumber gempa berupa pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault dinilai tidak cukup kuat untuk memicu pergerakan dasar laut yang dapat menyebabkan tsunami jarak jauh.
Daryono menambahkan, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik tersebut serta memastikan tidak ada dampak lanjutan yang berisiko bagi Indonesia.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, agar tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG meminta masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, baik melalui media sosial @infoBMKG, situs web bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, maupun aplikasi resmi BMKG di perangkat seluler.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang