Harga Emas Dunia Menggila, Cetak Rekor Baru Tembus Rp 75 Juta per Ons

Ilustrasi Emas.
Ilustrasi Emas.

Harga emas dunia kembali melonjak level tertinggi sepanjang masa (all high time/ATH) baru. Harga logam mulia ini untuk pertama kalinya menembus level US$4.500 atau Rp 75,4 juta (estimasi kurs Rp 16.760 per dolr AS) per ons.

Lonjakan harga emas terjadi seiring tingginya minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven). Sikap investor berbondong-bondong masuk ke instrumen logam mulia lantaran meningkatnya risiko geopolitik, ketegangan perdagangan, serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada 2026. 

Dikutip dari News AZ,  harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi intraday di level US$4.525,19 per ons. Namun, harga emas spot merosot menjadi US$4.495,39 per ons pada pada Rabu, 24 Deseember 2025. 

Selain emas, reli juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak melonjak 1,1 persen menjadi US$72,16 per ons setelah sempat menyentuh rekor all time high di US$72,70 per ons. 

Ilustrasi Emas dan Perak

Platinum melesat 2,5 persen ke level US$2.333,80 per ons. Harga ini mendekati puncak tertingginya di US$2.377,50 per ons.

Palladium tidak ketinggalan terbang ke level tertinggi. Logam yang banyak digunakan di industri otomotif itu naik hampir 3 persen ke US$1.916,69 per ons yang merupakan menjadi level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Para analis menilai, likuiditas pasar yang menipis menjelang akhir tahun turut memperbesar volatilitas harga. Tren penguatan emas diperkirakan masih akan berlanjut.

Emas diprediksi melesat ke level US$5.000 dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Sedangkan harga perak berpeluang naik ke area US$80 per ons seiring respons pasar terhadap level psikologis.

Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak lebih dari 70 persen yang menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak tahun 1979. Reli ini ditopang oleh permintaan safe haven, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, pembelian agresif bank sentral, tren de-dolarisasi, serta derasnya aliran dana ke exchange-traded fund (ETF).

Harga perak telah melonjak lebih dari 150 persen selama tahun ini. Kenaikan lebih tinggi dari emas karena permintaan investasi yang kuat, masukknya perak dalam daftar mineral penting AS, dan pembelian yang didorong oleh momentum.

Selanjutnya, platinum melambung sekitar 160 persen dan paladium naik lebih dari 100 persen sepanjang tahun 2025.

Sentimen positif kedua jenis logam mulia ini karena pasokan tambang yang ketat, ketidakpastian tarif, dan pergeseran permintaan investasi dari emas.