3 Pilihan Luka Modric untuk Pemain Terbaik FIFA, Tanpa Nama Pemain Real Madrid
Pilihan Luka Modric dalam voting Penghargaan Pemain Terbaik FIFA tahun ini memunculkan kejutan. Bukan hanya karena nama-nama yang ia pilih, tetapi juga karena tidak ada pemain Real Madrid dalam tiga besar versinya.
Sebagai kapten tim nasional Kroasia, Modric memiliki hak suara dalam penghargaan tersebut. Menariknya, keputusan ini datang setelah ia resmi meninggalkan Santiago Bernabeu, sebuah momen yang tampak memberi ruang lebih luas bagi gelandang berusia 39 tahun itu untuk menyampaikan pandangan personalnya tanpa beban afiliasi klub.
Modric menempatkan Lamine Yamal di posisi ketiga. Pilihan ini cukup mencolok mengingat Yamal merupakan pemain Barcelona, rival abadi Real Madrid. Selama musim 2024–2025, Yamal mencatatkan 21 gol dan 22 assist, serta berperan dalam keberhasilan Barcelona menjuarai La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.
Di ajang Ballon d’Or, Yamal finis di posisi kedua di bawah Ousmane Dembele. Ia juga kembali berada di urutan kedua dalam penghargaan Pemain Terbaik FIFA. Dengan performa tersebut, Yamal dinilai sebagai salah satu talenta paling menonjol dalam sepak bola Eropa saat ini.
Sementara itu, Ousmane Dembele ditempatkan Modric di posisi kedua. Meski Dembele keluar sebagai peraih Ballon d’Or, Modric menilai kontribusinya belum cukup untuk menempati peringkat teratas dalam daftar pribadinya. Penyerang Paris Saint-Germain itu menjalani musim yang impresif dengan 35 gol, termasuk delapan gol di Liga Champions, serta gol-gol penting di fase gugur melawan Liverpool dan Arsenal yang mengantarkan PSG meraih gelar Liga Champions pertama mereka.
Dembele juga memulai musim berikutnya dengan catatan tiga gol dan tiga assist bersama juara Prancis tersebut, mempertegas perannya sebagai figur penentu di lini depan.
Pilihan paling menarik datang dari posisi teratas. Modric memberikan suara nomor satu kepada Vitinha. Gelandang Portugal berusia 25 tahun itu dinilai sebagai otak permainan PSG, meski sorotan publik lebih sering tertuju pada Dembele. Vitinha mendapatkan apresiasi luas dari pelatih dan rekan setimnya berkat kemampuannya mengatur tempo dan menjaga keseimbangan permainan.
Dengan Rodri yang sebelumnya memenangkan Ballon d’Or, gagasan bahwa seorang gelandang pengatur ritme layak meraih penghargaan tertinggi bukan hal yang asing. Namun, pandangan Modric tidak sepenuhnya sejalan dengan mayoritas pemilih. Dalam hasil akhir voting, Vitinha hanya menempati peringkat ketujuh, berada di antara Mohamed Salah dan Harry Kane.