Gol Dianulir dan Dua Kartu Merah, Rizky Ridho Kecewa dengan Kualitas Super League karena Wasit
Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, meluapkan kekecewaannya terhadap kualitas pertandingan Super League 2025/2026, khususnya terkait kepemimpinan wasit saat timnya menghadapi Semen Padang.
Persija harus menelan kekalahan tipis 0-1 dalam laga tersebut. Gol semata wayang Semen Padang tercipta lewat gol bunuh diri Jordi Amat. Situasi semakin berat bagi Macan Kemayoran karena harus bermain dengan sembilan pemain setelah Figo Dennis dan Fabio Calonego diganjar kartu merah.
Meski menerima hasil pahit tersebut, Rizky Ridho menegaskan bahwa gol bunuh diri bukanlah masalah utama. Bek Timnas Indonesia itu justru menyoroti sejumlah keputusan wasit Steven Yubel Poli yang dinilainya merugikan Persija.
Puncak kekecewaan terjadi pada penghujung babak kedua ketika gol Emaxwell Souza dianulir. Wasit asal Manado, Sulawesi Utara, itu menilai terjadi pelanggaran yang dilakukan Allano Lima terhadap pemain Semen Padang sebelum gol tercipta.
Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari para pemain Persija. Namun, keberatan itu tak mengubah keputusan pengadil lapangan.
Rizky Ridho berharap kompetisi sepak bola Indonesia bisa berkembang dengan evaluasi menyeluruh dari semua pihak, bukan hanya pemain.
“Saya cuma mau bicara, kalau pemain melakukan kesalahan pasti langsung evaluasi agar lebih baik lagi,” ujar Rizky Ridho.
“Kalau Super League harus bisa lebih baik lagi dan semua orang di sini harus sadar diri dan mengevaluasi. Kami pemain belajar dan yang lain juga. Terkait pertandingan hari ini bisa kalian sendiri yang melakukan penilaian,” sambungnya.
Lebih lanjut, Rizky Ridho juga mengakui performa Persija tidak berada di level terbaik. Ia menilai banyak kesalahan mendasar, terutama dalam hal umpan, yang terjadi sejak babak pertama.
“Arahan yang diberikan pelatih tidak dilaksanakan dengan baik oleh kami,” katanya.
Menurut Ridho, kartu merah yang diterima Persija di babak pertama membuat situasi semakin sulit. Meski begitu, tim tetap berusaha tampil lebih baik di babak kedua meski bermain dengan 10 pemain.
Namun upaya tersebut tak berjalan mulus. Instruksi pelatih Mauricio Souza sulit diterapkan di lapangan, terlebih setelah Persija kembali kehilangan satu pemain dan harus bermain dengan sembilan orang di menit-menit akhir.
“Dengan 10 pemain, kami berusaha mencetak gol dan mendapatkan kemenangan untuk kado ulang tahun The Jakmania,” ucap Ridho.
“Tapi kami kejebolan dan kalah. Jadi kami harus lebih baik lagi di laga selanjutnya,” pungkasnya.