Mengenaskan Nasib Jake Paul, Mulut Keluar Darah hingga Rahang Patah Usai Dihajar Anthony Joshua
Jake Paul mengatakan dirinya mengalami cedera serius usai duel melawan Anthony Joshua. Petinju sekaligus YouTuber asal Amerika Serikat itu mengonfirmasi rahangnya patah di dua bagian setelah kalah KO pada ronde keenam dalam laga kelas berat di Miami.
Pertarungan yang digelar di Kaseya Center itu berakhir pahit bagi Paul. Anthony Joshua menjatuhkannya dua kali di ronde kelima dan keenam sebelum wasit menghentikan laga karena Paul tak mampu bangkit dari hitungan.
Lewat unggahan di media sosial, Jake Paul membagikan hasil rontgen sambil menulis singkat, “Rahang patah dua. Beri saya Canelo dalam 10 hari.” Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian, meski kondisi fisiknya jelas membutuhkan waktu pemulihan.
Paul tidak hadir dalam konferensi pers pascalaga karena langsung mendapatkan perawatan medis. CEO Most Valuable Promotions, Nikisa Bidarian, memastikan kondisi petinjunya stabil. Menurutnya, cedera rahang merupakan hal yang cukup umum dalam olahraga kontak seperti tinju dan MMA, dengan estimasi pemulihan sekitar empat hingga enam pekan.
Sepanjang pertarungan, Jake Paul memang kesulitan mengembangkan permainan. Ia nyaris tak mampu mendaratkan pukulan bersih, namun tetap menunjukkan daya tahan hingga laga memasuki ronde keenam, meski duel tersebut dijadwalkan berlangsung delapan ronde.
Petinju berusia 28 tahun itu mengaku sudah merasakan ada yang tidak beres sejak mengeluarkan darah dari mulutnya seusai laga. Meski kalah telak, Paul tetap menunjukkan sikap sportif.
“Saya merasa baik-baik saja. Itu menyenangkan. Saya mencintai olahraga ini dan sudah memberikan segalanya,” ujar Paul. Ia juga mengakui keunggulan Joshua. “Anthony petarung hebat. Saya kalah telak, tapi itulah tinju.”
Paul menegaskan akan fokus memulihkan cedera sebelum kembali bertarung di kelas yang lebih sesuai dengan bobot tubuhnya. Ia bahkan menyebut ambisi mengejar gelar juara dunia cruiserweight di masa depan, meski mengakui akan mengambil jeda setelah enam tahun bertarung tanpa henti.
Di sisi lain, Anthony Joshua mengaku puas dengan kemenangan tersebut, meski sedikit kecewa karena tidak bisa mengakhiri laga lebih cepat. Mantan juara dunia itu tetap memberi respek tinggi kepada Paul.
“Saya berharap bisa menjatuhkannya sejak awal, tapi Jake punya semangat dan hati. Tidak banyak petarung yang berani naik ring melawan saya, dan dia melakukannya,” kata Joshua.
Promotor Joshua, Eddie Hearn, juga memberikan apresiasi serupa. Meski menyebut laga berjalan satu arah, Hearn menilai keberanian Paul patut dihargai. Namun, ia mengingatkan bahwa cedera rahang bisa menjadi tantangan besar dalam karier seorang petinju.
Joshua sendiri menilai Paul masih memiliki tempat di dunia tinju jika mau bertahan dan berkembang. Meski belum berada di level elite, Joshua percaya Paul punya daya tarik dan mental untuk bangkit kembali.
“Dia sudah bertinju di level tinggi selama beberapa tahun dan mampu menghadapi tekanan besar. Jake mungkin akan kesulitan di level teratas, tapi dia punya tempat di olahraga ini jika mau melanjutkan,” tutup Joshua.