Daftar Mobil Listrik yang Bisa Dipakai Jakarta–Yogya Tanpa Isi Daya

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), banyak masyarakat mulai merencanakan perjalanan darat jarak jauh, termasuk rute Jakarta–Yogyakarta.
Di tengah tren elektrifikasi kendaraan, muncul pertanyaan soal kesiapan mobil listrik untuk menempuh perjalanan lintas provinsi tanpa harus berhenti mengisi daya di tengah jalan.
Seiring perkembangan teknologi baterai, kini sejumlah mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia sudah memiliki jarak tempuh yang cukup panjang.
Secara hitungan teknis, beberapa model mampu melaju dari Jakarta ke Yogyakarta dengan jarak lebih kurang 560 Km dalam sekali pengisian daya.
Perlu dicatat, jarak tempuh ini mengacu pada klaim pabrikan dan dapat tercapai dengan gaya berkendara normal, kondisi lalu lintas relatif lancar, serta penggunaan fitur kendaraan yang wajar.
Berikut daftar mobil listrik yang secara jarak tempuh memungkinkan digunakan Jakarta–Yogyakarta tanpa isi ulang daya.
PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Mercedes-Benz EQS pada akhir 2022. Mobil ini merupakan mobil listrik pertama "Mercy" yang hadir di Indonesia.
Mercedes Benz EQS merupakan mobil listrik mewah setara S-Class, dan hadir dalam dua varian yaitu EQS 450+ Electric Art seharga Rp 2,98 miliar dan EQS 450+ AMG Line seharga Rp 3,41 miliar. Semua harga off the road.
EQS dibekali baterai Lithium 108 kWh dengan jarak tempuh 770 Km. Sementara motor listriknya mampu menghasilkan tenaga 333 Tk dan torsi 565 Nm.
Denza D9 di GJAW 2025
2. Mercedes Benz EQE
Mobil ini meluncur berbarengan dengan EQS pada akhir 2022. Secara kasta EQE berada di bawah EQS, dan sesuai nomenklatur bahwa sedan listrik mewah ini setara dengan varian E-Class di sedan bensin "Mercy."
Sedan listrik EQE hanya punya satu pilihan yaitu EQE 350+ Electric Art yang dibanderol Rp 2,21 miliar off the road.
EQE menggunakan baterai yang terletak pada dek bawah kendaraan, berkapasitas 90 kWh, yang mampu memuntahkan tenaga 292 Tk dan torsi 565 Nm. B
Bicara soal jarak tempuh, sedan listrik Mercy ini diklaim mampu menjelajah hingga 673 Km. Adapun untuk konsumsi daya listrik berdasarkan Worldwide Harmonized Light Vehicle Test Procedure (WLTP) yaitu 18,7-15,9 kWh/100 Km.
3. Denza D9
Denza D9 jadi produk segmen premium pertama dari BYD yang meluncur di Indonesia pada Rabu, 22 Januari 2025.
Mobil ini mengusung baterai lithium-ion blade battery berkapasitas 103 kWh. Baterai ini diklaim dapat menempuh 600 Km sekali cas. Kemudian, dengan pengecasan selama 10 menit dapat menempuh jarak 150 Km
Adapun untuk motor listriknya memiliki tenaga 230 Tk dan torsi maksimal 360 Nm. Mobil ini juga dapat berakselerasi 0-100 Kpj dalam 9,5 detik.
Test drive Hyptec HT
4. Aion Hyptec HT
Hyptec HT ditenagai oleh motor listrik 250 kW setara dengan 335 HP dan torsi 430 Nm, yang dapat memberikan akselerasi responsif serta efisiensi energi yang tinggi, sehingga mampu mencapai 0-100 kpj dalam waktu 5,8 detik.
Kapasitas baterai mencapai 83 kWh memungkinkan jangkauan berkendara lebih dari 600 km dalam kondisi baterai 100 persen. Pengisian baterai cepat 15 menit memberikan jangkauan hingga 400 km.
5. BMW i4 eDrive35
Mobil sedan sport listrik pertama dari BMW ini mampu menempuh jarak 590 kilometer (WLTP) dan hingga 300 mil (EPA).
Jarak tempuh tersebut menjadi yang terjauh saat ini, sebab Tesla, baru mencapai jarak 400 kilometer hingga 500 kilometer. Dengan output tenaga hingga 390kW atau 530HP, BMW i4 dapat berakselerasi dari nol hingga 100km/jam dalam waktu sekitar 4 detik.
Test drive BMW i7
6. BMW i7 xDrive60 Gran Lusso
BMW membekali i7 dengan baterai berkapasitas 101,7 kW. Dengan baterai tersebut, mobil listrik ini diklaim dapat menempuh jarak mulai 590 km hingga 625 km.
7. BYD Seal
BYD Seal dibekali dengan BYD Blade Battery (LFP) berkapasitas 82,56 kWh dan motor ganda yang mampu menghasilkan daya hingga 390 kWh atau daya 532 tk dengan torsi 670 Nm. Selain itu, Seal juga diklaim dapat menempuh jarak hingga 580 kilometer berdasarkan pengetesan standar NEDC.
Meski jarak tempuh di atas kertas terlihat mencukupi, pengendara tetap disarankan memperhatikan sejumlah faktor yang memengaruhi konsumsi daya, seperti kecepatan, penggunaan AC, kondisi jalan, hingga kepadatan lalu lintas selama libur Nataru.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang