BYD Targetkan Kuasai 25 Persen Pasar Mobil Listrik di 2026

 Sepanjang 2025, BYD dan Denza berhasil mendapat respon positif dari masyarakat. Total penjualan keduanya berhasil menjadi yang terbesar dibanding pabrikan mobil listrik lainnya.

Mereka pun optimis situasi tersebut bisa mereka pertahankan di 2026. Terlebih ada beragam strategi baru untuk memastikan penjualan tetap tinggi.

“Kami optimis marketshare BYD dan Denza tahun bisa mengusai 25 persen dari total pasar mobil listrik Tanah Air,” ungkap Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia

Untuk mencapainya, perusahaan siap membuka lebih banyak jaringan. Dengan demikian diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan unit yang dibutuhan.

10 Merek Mobil Terlaris Oktober 2025, BYD Masuk 3 Besar

“Kami akan membuka lebih banyak diler di Indonesia. Sehingga total jaringan yang dimiliki mencapai 150 outlet,” tambahnya kemudian.

Tak hanya itu, BYD Indonesia juga akan mmebuka perusahaan leasing sendiri di 2026. Kehadirannya bakal memberi lebih banyak keuntungan dibandingkan lembaga lainnua.

“Jadi kita sudah di tahap finalisasi akhir pembentukan satu perusahaan finansial pembiayaan kendaraan,” kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Januari hingga November 2025, BYD Indonesia berhasil melepas sedikitnya 47.300 unit. Catatan ini cukup buat mereka menguasai 57 persen market share motor litsrik di Tanah Air.

Pada November 2025, mereka berhasil meraih wholesales 9.481 unit. Jumlah itu hanya kalah dari Toyota yang mengirim 21.642 unit dan Daihatsu sebesar 11.684 unit.

Dikatakan bahwa angka yang diraih BYD maupun Denza, sudah mampu melampaui pencapaian seluruh BEV di dalam negeri selama 2024.

Karena pada tahun lalu, penjualan seluruh mobil setrum di Tanah Air hanya mencetak jumlah 43 ribuan, dalam satu tahun.

BYD Denza di GIIAS 2025

Namun pasar mobil listrik tahun depan akan ada beberapa tantangan menghadang. Pasalnya BYD Indonesia hingga saat ini masih menjadi pabrikan pemenerima insentif dari pemerintah.

Bantuan tersebut membuat harga mobil yang mereka jual bisa sangat kompetitif. Namun Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengungkap bahwa insentif rencananya tidak akan diberikan oleh pemerintah.