Karim Benzema Identifikasi Penyebab Keterpurukan Real Madrid
Karim Benzema mengungkapkan adanya kekurangan mendasar pada tim Real Madrid sekarang ini.
Real Madrid kini mengalami tren negatif setelah hanya berhasil meraih 3 kemenangan dari 9 pertandingan di berbagai kompetisi sejak berjaya dalam partai El Clasico melawan Barcelona pada 26 Oktober.
Terkini, Real Madrid mengalami kekalahan 1-2 saat menjamu Manchester City di Santiago Bernabeu dalam kompetisi Liga Champions.
Ini adalah kali kedua beruntun Real Madrid tumbang di kandang keramat mereka usai terkapar dengan skor 0-2 saat menjamu Celta Vigo pada laga Liga Sapnyol akhir pekan kemarin.
Di Liga Spanyol, pasukan Xabi Alonso kini tertinggal 4 poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen sementara Real Madrid masih berada di posisi ketujuh Liga Champions, yang merupakan zona aman untuk lolos langsung ke babak 16 besar.
Namun, mereka hanya unggul selisih gol dari Liverpool yang berada di posisi kesembilan yang mengharuskan Los Blancos menjalani laga-laga playoff.
Masalah penurunan performa Real Madrid menjadi sorotan dalam wawancara Karim Benzema dengan media ternama Perancis, L'Equipe.
Benzema yang bermain dalam 648 pertandingan dan mencetak 354 gol selama 14 musim membela Los Blancos diminta untuk memberikan pandangannya mengenai situasi tersebut.
Menurutnya, raksasa Spanyol ini sebenarnya hanya mengalami satu kekurangan mendasar, yaitu kurangnya koneksi antar pemain.
Saran Perbaikan dari Karim Benzema
Benzema menyarankan agar Xabi Alonso segera menemukan cara untuk meningkatkan harmoni antar pemain, terutama di antara para pemain bintang tim.
"Apa yang salah di Real Madrid? Mereka kurang memiliki koneksi antara (Kylian) Mbappe, Vinicius, (Jude) Bellingham, dan Rodrygo," ungkap Benzema yang memenangkan 25 trofi bersama kubu Los Blancos.
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, merayakan gol bersama Vinicius Junior saat mencetak gol pertama timnya pada laga Liga Spanyol Atletico Madrid vs Real Madrid di stadion Metropolitano di Madrid pada 27 September 2025.
"Masing-masing perlu mengetahui perannya: Jude perlu tahu bahwa dia adalah seorang playmaker, bukan striker."
"Mbappe perlu tahu bahwa dia adalah seorang penyerang, bukan playmaker, Vini adalah pemain sayap kiri, bukan gelandang bertahan."
"Begitu masing-masing dari mereka lebih memahami perannya, semuanya akan beres," tambah penyerang asal Prancis itu.
Berkat penurunan performa tim asuhannya, masa depan Xabi Alonso di Real Madrid pun terancam.
Ia bahkan dikatakan hanya mempunyai tiga laga ke depan untuk membuktikan diri masih layak menukangi klub yang lama ia bela sebagai pemain tersebut.