Manfaat Lari untuk Perempuan, Beda Gak Sih dengan Laki-laki?

Ilustrasi lari.
Ilustrasi lari.

 Olahraga lari selama ini dikenal sebagai aktivitas universal yang bisa dilakukan siapa saja. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul kesadaran baru bahwa perempuan memiliki kebutuhan, tantangan, dan dinamika tubuh yang berbeda ketika menjalani aktivitas fisik, termasuk lari.

Hal ini kembali terlihat dalam gelaran She Runs The World, acara lari khusus perempuan yang menonjolkan bagaimana perempuan merayakan gerak dengan caranya sendiri. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Salah satu pemandangan paling mencuri perhatian adalah hadirnya ratusan “stroller moms”—para ibu yang berlari sambil mendorong stroller bersama anaknya. Momen ini bukan sekadar unik, tetapi juga menggambarkan bahwa pengalaman perempuan dalam berolahraga sering kali bersinggungan langsung dengan peran mereka di rumah.

Lari Memberi Manfaat yang Sedikit Berbeda untuk Perempuan

Meski manfaat dasar lari—menyehatkan jantung, memperkuat tubuh, dan memperbaiki suasana hati—valild bagi semua gender, perempuan sering mendapatkan dampak tambahan yang lebih spesifik:

  • Meningkatkan kepercayaan diri, terutama bagi perempuan yang baru kembali aktif setelah melahirkan.
  • Membantu stabilitas emosional, berkat ritme olahraga yang konsisten dan memicu hormon bahagia.
  • Memperkuat area panggul, yang penting bagi perempuan setelah masa kehamilan.
  • Menjadi ruang sosial yang aman, karena perempuan sering membutuhkan komunitas suportif untuk memulai kembali olahraga.

She Runs The World memperlihatkan hal ini secara nyata—bahwa perempuan tidak hanya datang untuk olahraga, tetapi juga untuk merasa dihargai, dilihat, dan diberi ruang untuk menjadi dirinya sendiri, apa pun perannya.

Hal ini juga dirasakan langsung oleh Nadya Rosmalina, Founder & Creative Director Heylocal.

“She Runs The World has always been a space where women feel seen, supported, and celebrated. Melihat begitu banyak ibu hadir bersama anaknya tahun ini benar-benar menyentuh hati saya. Ini menunjukkan bahwa ruang olahraga perempuan kini semakin inklusif — bahwa menjadi ibu dan tetap aktif bukanlah dua hal yang saling meniadakan,” ujar Nadya Rosmalina, dalam keterangannya, dikutip Kamis 11 Desember 2025. 

Gerakan Sosial dan Kepedulian

Tahun ini, She Runs The World juga memasukkan aspek empati lewat kampanye “Thousand Hearts for Sumatra.”Dengan donasi minimal Rp30 ribu, peserta berlari sambil mengenakan pita hitam sebagai bentuk dukungan untuk korban banjir.

“Melalui kampanye Thousand Hearts for Sumatra, kami ingin menunjukkan bahwa setiap langkah kecil perempuan hari ini dapat membawa harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana. Solidaritas seperti inilah yang membuat komunitas ini begitu berarti,” tambah Nadya.

Dengan 1.200 peserta dari berbagai usia dan latar belakang, acara ini memperlihatkan bagaimana lari menjadi medium yang memperkuat keberanian perempuan untuk tampil dan bergerak.

“Yang membuat She Runs The World begitu istimewa adalah komunitasnya. Melihat 1.200 perempuan dari berbagai usia dan latar belakang berlari bersama — dan menjadikan stroller moms sebagai momen ikonik tahun ini — adalah bukti bahwa perempuan Indonesia semakin berani mengambil ruangnya dalam dunia olahraga,” tutup Nadya Rosmalina.