Profil Saifullah Yusuf: Sosok yang Soroti Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

Gus Ipul, bencana di Sumatera, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Profil Saifullah Yusuf, bencana di sumatera, Profil Saifullah Yusuf: Sosok yang Soroti Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan nama Gus Ipul, adalah seorang politisi dan tokoh publik Indonesia yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos).

Belakangan, nama Gus Ipul, menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai penggalangan dana bagi korban bencana di Sumatera.

Ia menanggapi banyaknya aksi solidaritas dari berbagai pihak untuk Sumatera, mulai dari artis hingga influencer.

“Tetapi, sebaiknya kalau menurut ketentuan itu izin dulu. Ya izinnya bisa dari kabupaten, kota, atau juga dari Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

Profil Gus Ipul: perjalanan karier yang panjang

Gus Ipul lahir di Pasuruan pada 28 Agustus 1964 dan kini berusia 61 tahun.

Menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Gus Ipul kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Islam Pasuruan dan SMA Islam yang sama.

Ia lalu melanjutkan studinya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional.

Keponakan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ini mulai terjun ke dunia politik melalui organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor.

Pada 1999, Gus Ipul terpilih menjadi Ketua Umum GP Ansor menggantikan Iqbal Assegaf yang wafat.

Karier politik Gus Ipul semakin cemerlang setelah bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menjabat sebagai Sekjen PKB pada 2002.

Tidak hanya itu, Gus Ipul juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal pada era Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Setelah keluar dari jabatannya akibat konflik internal di PKB, Gus Ipul ikut serta dalam Pilkada Jatim 2008 sebagai calon wakil gubernur, berpasangan dengan Soekarwo.

Ia pun berhasil menang dan dilantik pada 21 Januari 2009.

Setelah terpilih kembali pada Pilkada Jatim 2013 dan 2018, Gus Ipul juga sempat maju dalam Pilkada Kota Pasuruan pada 2020.

Ia berpasangan dengan Adi Wibowo dan memenangkan pemilu tersebut.

Namun, pada 2022, Gus Ipul mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wali Kota Pasuruan dan ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Gus Ipul: penggalangan dana dan isu izin donasi

baru ini, Gus Ipul menjadi sorotan terkait pernyataannya mengenai penggalangan dana untuk korban banjir yang melanda Sumatera.

Mengomentari aksi solidaritas dari berbagai pihak, termasuk artis dan influencer, yang membuka donasi untuk korban bencana, Gus Ipul menegaskan bahwa penggalangan dana harus sesuai dengan ketentuan dan mendapatkan izin.

Ia menjelaskan bahwa penggalangan dana skala besar, terutama yang melibatkan jumlah uang signifikan, harus melalui prosedur pelaporan yang jelas.

Gus Ipul menegaskan bahwa untuk penggalangan dana lebih dari Rp 500 juta, harus ada audit profesional yang bertugas untuk memverifikasi penggunaan dana.

"Kalau di atas Rp 500 juta ya harus menggunakan auditor. Harus bekerja sama dengan auditor yang bersertifikat untuk juga bisa melaporkan, dapatnya dari mana saja, diperuntukkan apa saja," ucap Gus Ipul.

Gus Ipul mengingatkan pentingnya pelaporan yang jelas dan transparan agar penggunaan dana sumbangan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

"Uang yang sudah dikumpulkan ini untuk apa saja, siapa yang menerima, alamatnya di mana, dan diperuntukkan untuk kepentingan apa," kata Gus Ipul.

Namun, meskipun menekankan prosedur izin, Gus Ipul juga mengapresiasi inisiatif penggalangan dana dari masyarakat.

"Jadi pada dasarnya siapapun boleh mengumpulkan donasi, siapapun, perorangan maupun lembaga,” ungkapnya.

“Sungguh kita mengapresiasi bagi pihak-pihak yang ingin memberikan dukungan, membantu, dan kemudian mengumpulkan dana dari masyarakat," lanjutnya.

Setelah Sumatera dilanda bencana dan ratusan orang meninggal, banyak orang berusaha menyalurkan bantuan.

Contohnya, Youtuber Ferry Irwandi sukses mengumpulkan dana hingga Rp 10,3 miliar dalam waktu 24 jam dari 87 ribuan donatur untuk korban banjir Sumatera.

Keberhasilan ini menjadi bukti kuat solidaritas masyarakat Indonesia dalam menggalang bantuan bagi sesama yang membutuhkan.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Biodata Gus Ipul, Mensos Soroti Penggalangan Dana Korban Banjir, Harus Izin Dulu: Uang untuk Apa”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang