Real Madrid Goyang, Xabi Alonso Dipecat?
Posisi Xabi Alonso di kursi pelatih Real Madrid tengah jadi sorotan tajam. Rentetan hasil kurang meyakinkan membuat tekanan meningkat, bahkan muncul laporan yang menyebut Alonso bisa saja didepak jika Los Blancos tumbang dari Manchester City di Liga Champions, Kamis dini hari WIB.
Namun, apakah memecat mantan gelandang elegan Madrid itu adalah langkah tepat? Laporan dari Spanyol menyebut jajaran petinggi Madrid sudah menggelar rapat membahas masa depan Alonso.
Belum ada jaminan bagi sang pelatih jika performa tim tak segera membaik. Madrid bahkan kehilangan posisi puncak LaLiga dan kini tertinggal empat poin dari Barcelona, meski sempat menang dalam El Clasico pada Oktober lalu.
Tantangan berat kini menanti: Manchester City asuhan Pep Guardiola. Namun, Guardiola enggan ikut menekan Alonso.
“Saya berharap yang terbaik untuk Xabi, tapi soal masa depannya saya tidak tahu,” ujar Guardiola. “Untuk mengalahkan Madrid, Anda bukan hanya harus lebih baik, tapi jauh lebih baik.”
Meski tengah disorot, kapasitas Alonso tak perlu diragukan. Ia baru saja membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga pertama mereka, pencapaian terbesar klub sejak 1993. Tawaran dari berbagai klub elite berdatangan, namun Alonso memilih kembali ke Santiago Bernabéu.
Madrid dikenal sebagai klub yang jarang memberi ruang untuk gagal, namun menilai proyek besar hanya dari beberapa bulan kerja jelas tidak adil.
Defisit empat poin di LaLiga masih sangat mungkin dikejar. Memulai proyek baru lagi justru bisa membuat Madrid kembali ke titik awal.
Salah satu ujian terbesar Alonso justru ada di ruang ganti. Madrid dihuni sederet pemain bertalenta dengan ego besar: Vinicius Junior, Mbappé, Bellingham, Rodrygo, hingga Endrick. Ketegangan internal mulai terlihat dan beberapa nama bahkan santer dikabarkan ingin hengkang.
Dengan waktu dan otoritas yang cukup, Alonso diyakini bisa menata ulang komposisi tim dan menyingkirkan pemain yang tak cocok dengan sistemnya.
Arsenal menjadi contoh nyata bagaimana kesabaran bisa membuahkan hasil. Mikel Arteta membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga The Gunners menjelma penantang gelar. Madrid tidak sedang krisis besar, dan menang atas Barcelona serta Juventus menunjukkan potensi besar yang bisa berkembang di bawah Alonso.