Begini Cara Teknologi Membantu Pastikan Makanan Anak Aman dan Bergizi

Ilustrasi makanan bergizi untuk anak
Ilustrasi makanan bergizi untuk anak

Memastikan anak menerima makanan yang sehat dan bergizi menjadi perhatian penting bagi orang tua dan sekolah. Selain nutrisi yang cukup, keamanan dan konsistensi penyajian makanan juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak. 

Di era digital, teknologi mulai dimanfaatkan untuk meningkatkan pengawasan dan kualitas makanan yang disediakan di sekolah.

Seperti halnya penerapan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta yang dijalankan Grab dan OVO. Program ini memanfaatkan teknologi untuk memantau proses penyediaan makanan di sekolah secara real-time. Program yang dijalani sektor swasta ini bekerja sama dengan berbagai yayasan, termasuk Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB). 

Tujuannya yakni memastikan makanan yang sampai ke anak-anak aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu inovasi utama program ini adalah Command Center MBG, pusat pemantauan berbasis teknologi yang memantau setiap tahap rantai pasok makanan, mulai dari dapur UMKM hingga makanan diterima di sekolah. 

“Bagi kami, keamanan pangan bukan sekadar standar, tapi soal tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak," kata Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Selasa, 10 Februari 2026.

"Tanggung jawab kami bukan hanya memastikan makanan tersalurkan, tetapi juga memastikan prosesnya aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," sambungnya. 

Pendekatan berbasis teknologi juga digunakan untuk mendukung UMKM lokal yang menjadi penyedia makanan. Melalui pendampingan dan dokumentasi digital, UMKM didorong menerapkan standar kebersihan dan operasional yang lebih konsisten.

“Pemanfaatan teknologi dalam program MBG Swasta menunjukkan bagaimana inisiatif sektor swasta dapat dijalankan secara lebih terukur dan konsisten, terutama dalam menjaga keamanan pangan bagi anak-anak,” ujar Rizal Sutono, Ketua Umum YIPB. 

Penerapan teknologi memastikan makanan bergizi untuk anak

Penerapan teknologi memastikan makanan bergizi untuk anak

Sejak peluncuran pada September 2024, MBG Swasta telah menjangkau lebih dari 30 sekolah, dengan lebih dari 4.500 penerima manfaat murid dan guru, serta melibatkan 20 mitra UMKM dan kantin sekolah di 11 kota/kabupaten. 

Sistem digital yang digunakan mencatat kesiapan mitra, konfirmasi pengiriman, hingga umpan balik dari sekolah, sehingga akuntabilitas program terjaga dan perbaikan berkelanjutan dapat dilakukan.

Pendekatan ini memungkinkan potensi risiko teridentifikasi lebih dini dan mendukung respons cepat. Sherylin, Head, Safety & Quality Grab Indonesia, juga memaparkan sistem ini sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan, kualitas, dan kelancaran pelaksanaan Program MBG Swasta.

Salah satu sekolah yang menerima program ini adalah Sekolah Khusus Assalam di Serpong, Tangerang Selatan. Sekolah ini menampung anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga menu makanannya disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Misalnya, makanan dipastikan aman dan sesuai, serta menghindari bahan-bahan yang dapat menjadi pemicu, seperti gluten, MSG, dan sebagainya. 

"Kami ingin memastikan setiap makanan yang sampai ke tangan siswa aman, terjaga kualitasnya, dan benar-benar memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang mereka,” kata. Tirza.