Tingkat SD dan SMP Ditantang Terapkan Sekolah Sehat

Ilustrasi anak sekolah.
Ilustrasi anak sekolah.

 Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat semakin menjadi perhatian di berbagai daerah. Mulai dari pola makan siswa, aktivitas fisik, hingga kesehatan mental kini dipandang sebagai fondasi penting yang memengaruhi proses belajar.

Sekolah yang memiliki budaya hidup sehat terbukti mampu meningkatkan konsentrasi siswa, mengurangi tingkat stres, serta mendorong kebiasaan positif yang terbawa hingga dewasa. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Bagi para guru, penerapan sekolah sehat juga berpengaruh pada kualitas pembelajaran. Materi yang disampaikan dapat diterima dengan lebih baik ketika kondisi kelas lebih kondusif dan siswa memiliki kesiapan fisik maupun mental. Lingkungan yang bersih, aman, dan mendukung aktivitas ramah anak pun membuat siswa lebih berani berekspresi dan terlibat aktif dalam kegiatan sekolah.

Oleh karena itu, program AIA Healthiest Schools, salah satu inisiatif yang berfokus pada penguatan kesehatan di lingkungan pendidikan tingkat SD dan SMP digelar. Program yang telah memasuki tahun ketiga di Indonesia ini menyediakan materi pembelajaran gratis bagi guru, mencakup empat pilar: Makan Sehat, Gaya Hidup Aktif, Kesehatan Mental, serta Sehat & Lestari.

Selain materi edukatif, program Healthiest Schools juga menghadirkan kompetisi proyek sekolah sehat dengan total hadiah US$100 ribu berupa fasilitas dan sarana pendidikan untuk sekolah-sekolah terpilih. Melalui kompetisi ini, sekolah didorong untuk mengembangkan proyek yang relevan dengan kebutuhan siswa dan lingkungan masing-masing.

“Kami mendorong sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia untuk mendaftarkan sekolahnya pada kompetisi proyek sekolah sehat AIA Healthiest Schools. Kami berharap, program ini dapat menjadi pemantik inspirasi untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih sehat,” ujar Kathryn Parapak, Chief Marketing Officer AIA, dalam keterangannya, dikutip Jumat 5 Desember 2025. 

Indonesia sendiri mencatat prestasi pada kompetisi regional tahun sebelumnya setelah UPTD SDN Papela berhasil menang berkat proyek Ecolitera.

“Dengan adanya AIA Healthiest Schools, UPTD SDN Papela bisa semakin meningkatkan upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Hadiah yang kami terima menjadi motivasi besar untuk terus memperkuat program kesehatan di sekolah,” ungkap Sri Sidin, guru dari sekolah tersebut.

Kontribusi serupa dirasakan oleh SMPN 43 Bandung yang memenangkan kategori Kesehatan Mental berkat aplikasi pelaporan perundungan Bejakeun.

“AIA Healthiest Schools sangat membantu kami mendorong budaya sekolah yang lebih peduli pada kesejahteraan mental siswa… membuat kami semakin percaya diri untuk terus mengembangkan inisiatif kesehatan mental,” jelas Asep Ramdani.

Menjelang tahun ajaran baru, pendaftaran kompetisi sudah dibuka hingga 10 Maret 2026.

“Kami sangat bersemangat memasuki periode AIA Healthiest Schools di tahun 2026 dan melihat antusiasme sekolah yang semakin besar. Pendaftaran sudah resmi dibuka,” ungkap Lia Merdekawaty, Head of Corporate Communication AIA.