Update Kondisi Banjir di Pesisir Barat Lampung dan Wilayah yang Terdampak
Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Barat, Imam Habibbudin, menjelaskan banjir meluas di beberapa titik akibat luapan sungai.
“Banjir tersebut terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga membuat sungai-sungai yang ada di wilayah tersebut meluap,” ujar Imam, Selasa (9/9/2025).
Menurut dia, terdapat delapan kelurahan dan pekon (desa) di enam kecamatan yang terdampak, yakni Karya Penggawa, Lemong, Ngambur, Krui Selatan, Way Krui, dan Pesisir Tengah.
Beberapa titik yang terdampak banjir antara lain Pekon Laay, Rata Agung, Bumi Restu, Mandiri Sejati, Labuhan Mandi, serta Kelurahan Pasar Kota Krui dan Pasar Krui.
Kecamatan Pesisir Tengah Terdampak Paling Parah
Sementara Kecamatan Pesisir Tengah menjadi salah satu lokasi terparah, di mana banjir merendam area perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.
Di area tersebut, tujuh kendaraan ikut terendam, sementara basement kantor bupati dan area sekitarnya masih tergenang.
Selain itu, banjir juga melanda Pasar Mulya Barat, Pasar Ulu 2, dan Kelurahan Lebak. Pendataan awal mencatat total 32 rumah warga terdampak di tiga lokasi tersebut.
Di Kecamatan Krui Selatan, banjir di Pekon Mandiri Sejati merendam 38 rumah serta lahan persawahan. Sedangkan di Karya Penggawa, banjir di Pekon Laay menyebabkan 20 rumah terendam dan menghambat akses lalu lintas.
Insiden Longsor dan Pohon Tumbang
Di Kecamatan Way Krui, longsor terjadi di Pekon Labuhan Mandi. Material longsor menimpa satu rumah warga dan menutup akses jalan.
Sementara di Kecamatan Lemong, pohon tumbang di Pekon Rata Agung sempat menghambat arus kendaraan di jalur lintas Krui–Bengkulu.
Banjir Berangsur Surut di Beberapa Wilayah
Seiring meredanya hujan, sebagian besar banjir berangsur surut, termasuk di Pasar Mulya Barat, Pasar Ulu 2, Kelurahan Lebak, Pekon Mandiri Sejati, serta Pekon Laay.
Akses jalan di Labuhan Mandi sudah bisa dilalui meski belum sepenuhnya normal.
“Untuk saat ini, personel BPBD terus melakukan pendataan rumah warga dan pemantauan intensif terhadap kondisi banjir di lapangan,” kata Imam.
Namun, genangan air masih bertahan di basement perkantoran Pemkab Pesisir Barat sehingga membutuhkan tambahan alkon (alat penyedot air) untuk mempercepat penanganan.
Upaya BPBD Pesisir Barat dan Satgas PB Tangani Banjir
Terkait penanganan bencana, BPBD Pesisir Barat menurunkan Satgas Penanggulangan Bencana (Satgas-PB) di beberapa titik.
Satgas Labuhan Mandi membersihkan material longsor, Satgas Lemong mengevakuasi pohon tumbang, sementara Satgas Krui Selatan dan Pesisir Tengah membantu masyarakat sekaligus mendata kerusakan.
“Personel juga melakukan sosialisasi penanganan bencana dan mengimbau warga agar tetap waspada terhadap ancaman bencana alam,” ujar Imam.
Satgas Pesisir Tengah bersama Damkar Pesisir Barat juga berupaya menguras air di basement kantor bupati menggunakan alkon.
Pernyataan BPBD Provinsi Lampung
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesisir Barat pada Senin (8/9/2025) sore hingga malam, menyebabkan banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, banjir merendam kawasan perkantoran Pemkab Pesisir Barat termasuk basement kantor bupati di mana sejumlah kendaraan pegawai ikut terendam.
Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan BPBD setempat.
“Tim satgas sudah bergerak ke titik-titik terdampak. Banjir di sebagian besar lokasi sudah surut, tetapi genangan masih ada di area basement kantor bupati. Kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya alkon atau mesin penyedot air untuk menguras genangan,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan, kebutuhan mendesak saat ini adalah tambahan alkon untuk mempercepat proses pembersihan.
“BPBD bersama TNI, Polri, dan Damkar terus berupaya membantu warga, termasuk pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang, dan pendataan kerusakan rumah warga,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul “Pesisir Tengah Terparah, 6 Kecamatan Terdampak Banjir di Pesisir Barat” dan “Kendala Alkon Hambat Penanganan Banjir di Pesisir Barat Lampung”.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.