Airlangga Klaim Progres Pembangunan Pabrik BYD Sudah 90 Persen

Kehadiran pabrik BYD terus dinantikan banyak orang. Sebab dipercaya dapat membawa beragam dampak positif.

Terkini datang kabar terbaru dari proses pembangunan, fasilitas produksi milik jenama asal Cina tersebut.

“Beberapa pabrik sudah komit untuk dibangun. BYD Sudah 90 persen, investasinya Rp 11,2 triliun,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat Pembukaan Rapimnas Kadin dikutip dari video YouTube Kadin Indonesia pada Kamis (04/11).

Tentu update pembangunan fasilitas produksi BYD menjadi angin segar. Tandanya mereka sudah semakin dekat untuk membuat mobil listrik secara lokal.

Ekspansi Pabrik Jadi Siasat BYD Hadapi Tarif Impor EV Uni Eropa

Sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja. Terutama masyarakat di wilayah Subang, Jawa Barat dan sekitar.

“Kapasitas produksi (pabrik BYD) 150.000 per tahun,” lanjut pembantu Presiden Prabowo Subianto itu.

Sebagai informasi, proses pembangunan pabrik BYD di Subang Smartpolitan sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu.

Menurut kabar, BYD tengah mematangkan koordinasi dengan berbagai pihak. Seperti contoh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

“Sementara ini kita sudah masuk tahap akhir, karena kita sudah dapat audit dari BKPM,” ungkap Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relation BYD Motor Indonesia di GJAW 2025.

Jadi proses produksi BYD Atto 1, Dolphin, Seal hingga Sealion 7 dapat berjalan setelah pabrik di Subang berdiri.

Dia pun berharap segala proses yang sedang dijalani, bisa dilalui dengan lancar tanpa hambatan berarti.

Sebab pabrik BYD diperkirakan bakal mulai memproduksi Electric Vehicle (EV), dalam waktu dekat ini.

“Sekarang mulai start proses tahap terakhir, harusnya lancar. Itu semua dimulai di kuartal 1 2026,” tegas Luther.

Tentu langkah tersebut sejalan dengan peningkatan permintaan mobil listrik BYD. Terutama di Indonesia yang terus menunjukan pertumbuhan.

Oleh sebab itu BYD berkomitmen untuk menyelesaikan pendirian pabrik. Kemudian beroperasi pada awal tahun depan.

Penjualan BYD Melejit 377 Persen di Oktober 2025 Berkat Atto 1

“Saat ini semua on track, kami akan umumkan langsung segera setelah semua komplet. Kami sangat confidence di kuartal 1 kita bisa langsung memanfaatkan fasilitas itu,” pungkas dia.

Keberadaan pabrik BYD di Tanah Air memang sangat penting. Mengingat penjualan mereka di pasar nasional rata-rata 10 ribu per bulan.

Otomatis kehadiran fasilitas produksi satu ini, dipercaya bisa memenuhi semua permintaan para konsumen.