Percepatan Transformasi Industri Manufaktur Nasional, Begini Perkembangannya di 2025
Industri manufaktur merupakan sektor yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi melalui proses produksi terstruktur, mulai dari perakitan, pengolahan, hingga pengemasan. Peran sektor ini sangat penting dalam perekonomian karena mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mendukung rantai pasok lintas industri.
Pada 2025, perkembangan industri manufaktur di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif. Pemerintah dan pelaku industri konsisten mempercepat transformasi melalui adopsi teknologi digital, otomasi, serta penerapan praktik berkelanjutan.
Integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan robotik mendorong efisiensi proses produksi, sementara meningkatnya investasi sektor manufaktur turut memperkuat struktur industri dalam negeri.
Kinerja ekspor produk manufaktur juga tumbuh stabil, ditopang oleh permintaan global dan kapasitas produksi yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri mempercepat pengembangan talenta digital, memastikan kesiapan sumber daya manusia menghadapi industri masa depan.
Upaya percepatan transformasi ini kembali mendapat sorotan melalui ajang Manufacturing Indonesia Series 2025. Meysia Stephannie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia menegaskan bahwa Manufacturing Indonesia Series dirancang sebagai katalis penguatan kinerja industri nasional.
“Manufacturing Indonesia Series kami rancang sebagai platform untuk mendorong peningkatan kinerja industri, mulai dari optimalisasi proses produksi, percepatan adopsi teknologi, hingga penguatan praktik manufaktur berkelanjutan. Tingginya partisipasi pelaku industri nasional tahun ini mencerminkan semangat transformasi serta kesiapan manufaktur Indonesia untuk terus tumbuh dan memperkuat daya saing di tingkat regional maupun global," kata Meysia Stephannie, dalam keterangan resminya.
Optimisme tersebut juga tercermin dari capaian kinerja industri. Pada kuartal III 2025, sektor manufaktur mencatat pertumbuhan 5,58 persen (yoy) dan berkontribusi 17,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Capaian ini menegaskan posisi manufaktur sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, seiring meningkatnya aktivitas produksi untuk memenuhi pasar domestik dan ekspor.
Arah penguatan ini turut didukung oleh kebijakan pemerintah melalui Making Indonesia 4.0, yang terus diperluas penerapannya. Berdasarkan laporan dari 29 perusahaan National Lighthouse Industry 4.0, penerapan digitalisasi terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat, mempercepat waktu produksi hingga 600 persen, serta menekan emisi karbon hingga 190 persen. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi menjadi faktor strategis bagi daya saing nasional.
Selain teknologi, pengembangan SDM juga menjadi fokus utama dalam Manufacturing Indonesia Series 2025 yang resmi dibuka hari ini di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran dan akan berlangsung hingga 6 Desember 2025. Memasuki penyelenggaraan ke-36, pameran ini menegaskan perannya sebagai platform strategis percepatan transformasi industri manufaktur nasional sekaligus barometer perkembangan teknologi manufaktur di Asia Tenggara.
Berbagai kompetisi dan pelatihan teknis di Mechanical Indonesia Series 2025 disiapkan untuk memperkuat keahlian tenaga kerja serta meningkatkan budaya keselamatan dan profesionalisme di lingkungan industri. Pameran ini juga menghadirkan Advanced Manufacturing Connect, INDOESTRI Area, hingga Automotive Quality Management Hub yang menjadi pusat edukasi mutu otomotif.
Diselenggarakan bersamaan dengan Machine Tool Indonesia, Tools & Hardware Indonesia, Industrial Automation Indonesia, dan Production Logistics Indonesia, pameran ini menghadirkan lima sektor utama dalam satu atap.
Selama empat hari pelaksanaan, jumlah pengunjung ditargetkan meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan antusiasme tinggi terhadap masa depan industri manufaktur nasional.