Persaingan Chip AI Memanas, Nvidia Ketar-ketir Meta Pilih Google

Nvidia, Meta, chip, Google, NVIDIA, Persaingan Chip AI Memanas, Nvidia Ketar-ketir Meta Pilih Google

Persaingan chip kecerdasan buatan (AI) kembali memanas setelah Nvidia mendadak mengunggah pernyataan terbuka melalui akun resminya di X (dulu Twitter). 

Dalam unggahannya, Nvidia mengatakan bahwa teknologi dan platform yang mereka kembangkan masih menjadi yang paling unggul dan berada di posisi terdepan dalam industri AI.

"Nvidia satu generasi lebih maju di industri ini. Nvidia adalah satu-satunya platform yang menjalankan setiap model AI dan melakukannya di mana pun komputasi dilakukan," tulis Nvidia.

Pernyataan itu muncul setelah beredar laporan bahwa Meta tengah mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian infrastruktur AI-nya dari Nvidia ke chip Tensor Processing Unit (TPU) buatan pesaingnya, yakni Google. 

Meta sendiri merupakan salah satu pelanggan utama dan terbesar Nvidia. Karena itu, kabar bahwa perusahaan tersebut berencana ganti ke pemasok chip lain, langsung berdampak pada pasar.

Dihimpun KompasTekno dari Fortune, kekhawatiran ini membuat harga saham Nvidia sempat turun sekitar 2,5 persen setelah laporan tersebut beredar. Sementara saham Alphabet (induk Google) bergerak naik. 

Munculnya pernyataan Nvidia di X juga dinilai bahwa perusahaan ingin meyakinkan para investor bahwa posisinya di industri chip AI masih yang paling unggul. 

Nvidia mengeklaim, chip buatan mereka menawarkan kemampuan yang lebih tinggi dibanding produk pesaing, mulai dari performa, fleksibilitas, dan fungsibilitas.

"Nvidia menawarkan performa, fleksibilitas, dan fungsibilitas yang lebih baik daripada ASIC, yang dirancang untuk kerangka kerja atau fungsi AI tertentu," tulis perusahaan itu.

Secara spesifik, laporan outlet media The Information menyebut, Meta berencana menggunakan chip AI milik Google untuk data center mereka mulai tahun 2027 mendatang. Meta juga disebut-sebut akan menyewa chip dari divisi Google Cloud pada tahun depan.

Ketar-ketir tak hanya soal chip

Sikap Nvidia yang turun langsung memberi pernyataan publik di X dinilai sebagai tanda bahwa perusahaan mulai "ketar-ketir" terhadap pergeseran pasar. Terutama jika Meta benar-benar mulai beralih ke chip Google. 

Namun, respons itu bukan satu-satunya sinyal bahwa Nvidia sedang berada di bawah tekanan.

Selain mengeklaim menjadi perusahaan chip AI yang paling unggul, Nvidia juga membantah tudingan soal praktik akuntansi yang menyesatkan.

Tudingan tersebut sebelumnya disampaikan oleh seorang investor ternama, Michael Burry.

Burry diketahui mengunggah serangkaian peringatan di Substack, yang membandingkan soal lonjakan bisnis AI saat ini dengan "gelembung" dotcom.

Dalam unggahan tersebut, Burry menyebut bahwa Nvidia berada dalam posisi serupa dengan Cisco pada era itu, yakni tumbuh pesat karena memasok perangkat keras, tapi rentan mendapatkan koreksi.

Burry juga mengatakan, Nvidia telah menerapkan kompensasi berbasis saham yang berlebihan, jadwal penyusutan yang digelembungkan sehingga pembangunan pusat data tampak lebih menguntungkan, hingga dugaan praktik "pembiayaan sirkular" di ekosistem startup AI.

Menanggapi kritik tersebut, Nvidia membantah dengan mengedarkan memo setebal tujuh halaman kepada para analis Wall Street untuk membantah poin-poin yang disampaikan Burry.

"Nvidia tidak menyerupai penipuan akuntansi historis karena bisnis dasar Nvidia sehat secara ekonomi, pelaporan kami lengkap dan transparan, dan kami peduli dengan reputasi kami atas integritas," tulis perusahaan. 

Chip Google diramal makin dilirik 

Google sendiri tampaknya makin banyak dilirik sebagai alternatif di pasar chip AI. Analis dari GQG Partners, Brian Kersmanc mengatakan, industri mulai menyadari bahwa chip Google bisa menjadi opsi pengganti yang mumpuni.

Selama ini, chip GPU Nvidia diklaim sebagai opsi universal karena kemampuannya yang dapat melatih dan menjalankan model apa pun di lingkungan cloud, on-premise, dan edge.

Nvidia juga menyoroti arsitektur Blackwell terbarunya, yang menurut mereka tetap unggul satu generasi dibandingkan yang lain.

Sementara chip AI buatan Google, TPU, dirancang sebagai alat internal yang hanya bisa terintegrasi dengan layanan dan riset milik Google saja.

Namun, sejak Google merilis Gemini 3, model AI terbaru yang seluruh proses pelatihannya dilakukan menggunakan chip TPU buatan Google, persepsi terhadap Google mulai berubah.

Performa Gemini 3 disebut menuai banyak respons positif dan dianggap oleh beberapa pihak  sebagai chip yang layak disejajarkan dengan model-model unggulan perusahaan AI lain seperti OpenAI.

Selain itu, kabar bahwa Meta bisa menerapkan TPU langsung di pusat data mereka, seolah menandakan bahwa perusahaan berpotensi mengurangi ketergantungan mereka pada GPU Nvidia. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang