256 Hari Setelah Penggeledahan, Kapan Ridwan Kamil Diperiksa? Ini Jawaban KPK

Ridwan Kamil, kasus korupsi bank bjb, korupsi iklan bank bjb, korupsi iklan BJB, kasus korupsi bank bjb ridwan kamil, 256 Hari Setelah Penggeledahan, Kapan Ridwan Kamil Diperiksa? Ini Jawaban KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memberikan penjelasan terkait jadwal pemanggilan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK), setelah rumahnya digeledah sekitar 256 hari lalu pada 10 Maret 2025. 

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa proses pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kapan akan diminta keterangan? Dalam waktu dekat," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (20/11/2025) malam dikutip dari Antara.

Asep meminta masyarakat menunggu perkembangan secara resmi mengenai tanggal pemeriksaan.

"Jadi kita sama-sama tunggu ya. Nanti pasti dikabarkan," ucapnya.

Apa yang Sudah Ditelusuri KPK dalam Kasus Bank BJB?

Sebelumnya, KPK mengungkap bahwa lembaga antirasuah tersebut telah menelusuri aliran dana dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) yang diduga berkaitan dengan Ridwan Kamil dan keluarganya. Penelusuran juga menyasar istrinya yang merupakan anggota DPR RI, Atalia Praratya.

"Kalau keluarganya (Ridwan Kamil) sudah kami lakukan. Tentunya juga kami minta data-data terkait dengan harta kekayaannya dan lain-lain, seperti itu," kata Asep pada 1 Oktober 2025.

KPK juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mendalami arus kas dugaan korupsi tersebut yang terjadi selama periode 2021–2023.

"Tentu menyangkut dengan PPATK, kami lihat cash flow-nya, keluar masuk uangnya, dan lain-lain gitu ya," ujarnya.

Menurut Asep, penelusuran terhadap aliran dana menjadi prioritas sebelum menentukan kebutuhan pemanggilan keluarga RK.

"Baru nanti kami lihat apakah masih memerlukan keterangan dari keluarganya atau tidak," terangnya.

Ridwan Kamil, kasus korupsi bank bjb, korupsi iklan bank bjb, korupsi iklan BJB, kasus korupsi bank bjb ridwan kamil, 256 Hari Setelah Penggeledahan, Kapan Ridwan Kamil Diperiksa? Ini Jawaban KPK

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Barang Apa Saja yang Disita dari Penggeledahan?

Dalam penggeledahan di rumah Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025, KPK menyita sejumlah barang, termasuk sebuah motor Royal Enfield. Motor tersebut kemudian dipindahkan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) KPK di Jakarta pada 24 April 2025 dan diperlihatkan kepada media sehari setelahnya.

Selain itu, KPK juga menyita sebuah mobil Mercedes-Benz 280 SL yang sebelumnya dititipkan di sebuah bengkel di Jawa Barat.

Mobil mewah tersebut diketahui merupakan milik BJ Habibie dan diduga dibeli Ridwan Kamil dengan dana hasil tindak pidana korupsi.

KPK memastikan mobil tersebut akan dikembalikan kepada keluarga Habibie karena putra BJ Habibie, Ilham Habibie, telah membayarkan uang pembelian mobil tersebut kepada KPK.

Meski begitu, KPK menyebut bahwa Ridwan Kamil belum melunasi pembayaran mobil bernilai sejarah tersebut.

Siapa Saja yang Sudah Ditetapkan sebagai Tersangka?

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah:

  • Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR)
  • Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Divisi Corsec Bank BJB Widi Hartoto (WH)
  • Pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Ikin Asikin Dulmanan (IAD)
  • Pengendali agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress, Suhendrik (S)
  • Pengendali Cipta Karya Sukses Bersama, Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penyidik KPK memperkirakan bahwa kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB ini mencapai sekitar Rp 222 miliar.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.