Konsolidasi GOTO-Grab Harus Jaga Kepentingan Mitra dan Konsumen
Pembahasan mengenai kemungkinan konsolidasi antara Grab dan GoTo kembali mencuat, seiring langkah pemerintah menata regulasi transportasi daring.
Di berbagai kota, layanan ini masih menjadi pilihan utama mobilitas, sekaligus sumber pendapatan bagi banyak pekerja harian. Hal itu pun tentunya menimbulkan pertanyaan bahwa apakah konsolidasi Grab-GoTo akan berdampak pada mekanisme tarif yang berlaku saat ini.
Pengamat ekonomi digital Celios, Nailul Huda menilai, mekanisme tarif saat ini setidaknya masih memberikan batas yang jelas bagi para konsumen kedua layanan tersebut.
"Selama tarif batas atas dan bawah diterapkan, perusahaan tidak bisa menekan pendapatan mitra terlalu jauh," kata Nailul dalam keterangannya, Selasa, 18 November 2025.
Merger Grab-GoTo
Dia menilai, kehadiran platform seperti Gojek yang dimiliki GoTo ikut berperan sebagai penyangga ekonomi, bagi mereka yang baru kehilangan pekerjaan maupun pekerjaan sampingan, terutama karena fleksibilitas model kerjanya.
Situasi serupa, menurut laporan The Straits Times, juga terlihat di Singapura ketika sebagian warga beralih sementara menjadi pengemudi transportasi daring sambil mencari pekerjaan tetap.
Sejauh ini, pemerintah menegaskan fokus pada perlindungan mitra dan konsumen, sembari menyiapkan opsi kebijakan jika konsolidasi diperlukan untuk memperkuat ekosistem industri.
Kesemua wacana tersebut bergulir di tengah proses penyempurnaan aturan terkait keselamatan dan perlindungan bagi pengemudi aktif. Pemerintah masih menyiapkan skema yang tetap menjaga keseimbangan antara konsumen, mitra pengemudi, dan perusahaan.
Layanan GrabFood.
Dari sisi perusahaan, GoTo memberikan sejumlah penjelasan untuk meredam spekulasi pasar. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, manajemen menyatakan rapat pemegang saham pada 17 Desember tidak terkait aksi korporasi apa pun.
Melansir Financial Times, GoTo sendiri menegaskan belum ada keputusan mengenai merger dengan Grab, dan perusahaan tetap memprioritaskan kepentingan mitra pengemudi serta pelaku UMKM dalam setiap langkah strategisnya.