Apersi Ungkap Data Penyaluran KPR yang Mengejutkan

Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdillah.
Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdillah.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengaku akan terus fokus berkomitmen untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdillah menegaskan jika komitmen itu juga selaras dengan Program Tiga Juta Rumah yang digulirkan pemerintah.

“Kami mendukung Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bagi kami, memiliki rumah akan meningkatkan martabat rakyat,” jelasnya, Senin, 17 November 2025.

Perhatian Apersi terhadap rumah rakyat terlihat dari data penyaluran kredit pemilikan rumah berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), sepanjang 2022 hingga 14 November 2025, Asosiasi yang berdiri sejak 1998 ini menyalurkan 219.631 rumah subsidi.

Dalam periode waktu itu, nilai KPR FLPP yang diserap Apersi mencapai sekitar Rp26,3 triliun dan tersebar di 5.416 perumahan yang ada di 311 kabupaten dan kota di Indonesia.

Penyaluran KPR FLPP Apersi itu berkolaborasi dengan para bank penyalur mitra BP Tapera, salah satunya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Dalam rentang pada 2022 hingga 14 November 2025, sebanyak 130.514 rumah subsidi yang dibangun Apersi memanfaatkan KPR FLPP yang disalurkan oleh BTN.

Artinya, porsi BTN setara dengan 59,42 persen dari total KPR FLPP yang diserap oleh anggota Apersi dalam rentang 2022-2025.

Sisanya berkolaborasi dengan bank-bank penyalur KPR FLPP lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Mandiri.

Khusus tahun ini, Apersi menyumbang sebanyak 66.147 rumah subsidi atau sekitar 29,88 dari total penyaluran KPR FLPP secara nasional yang sebesar 221.395 unit.

Apersi menjadi penyumbang kedua terbesar penyaluran KPR FLPP secara nasional yang pada 2025 ditargetkan sebanyak 350 ribu unit.

“Sebanyak 3.100 anggota Apersi siap bekerja keras mewujudkan target KPR FLPP nasional tahun ini yang sebanyak 350 ribu unit,” tegas Junaidi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan bahwa kuota KPR FLPP sebanyak 350 ribu unit pada 2025 merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.

Menurutnya, kuantitas dan kualitas rumah yang dibangun Apersi sudah bagus. Untuk itu, ia mengajak seluruh pengembang, termasuk Apersi, ikut memenuhi kuota KPR FLPP tahun ini yang sebanyak 350 ribu unit. "Mari kita kerja keras dalam sisa waktu satu setengah bulan ini," tutur Ara, sapaan akrab Maruarar.