Polres Buleleng Telusuri Penyebab Kecelakaan Minibus Maut, Fokus CCTV dan Olah TKP Ulang
Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Buleleng terus menelusuri penyebab kecelakaan maut minibus yang menewaskan lima wisatawan asal China di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Fokus penyelidikan saat ini tertuju pada pengumpulan rekaman CCTV dan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang.
Kepala Sat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, mengatakan polisi masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengemudi minibus.
“Masih melakukan proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Kemarin juga masih minta data-data beberapa titik lokasi CCTV yang disampaikan dari keterangan pengemudi,” ujar Bachtiar di Buleleng, Senin (17/11/2025).
Olah TKP Ulang dengan Teknologi TAA
Untuk memastikan kronologi kecelakaan secara akurat, polisi telah melakukan olah TKP ulang pada Sabtu (15/11/2025) menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA).
Teknologi ini memetakan kondisi medan secara digital dan membuat simulasi kejadian.
“Kami menggunakan TAA yang bisa merekam dan memberikan gambaran seperti apa kecelakaannya. Membuat video rekonstruksi, nanti disesuaikan dengan kecepatan, lokasi, medannya seperti apa, elevasinya seperti apa,” jelas Bachtiar.
Hasil analisis TAA masih diproses untuk menjadi dasar kesimpulan penyelidikan.
Kronologi Kecelakaan Minibus di Jalur Singaraja–Denpasar
Kecelakaan terjadi pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 04.30 Wita di jalur Singaraja–Denpasar. Minibus Toyota Hiace bernopol N 7605 TA yang membawa 13 wisatawan asal China melaju dari Denpasar menuju Lovina.
Saat melewati jalur turunan dan tikungan tajam di kilometer 7,7 Padangbulia, kendaraan diduga hilang kendali hingga terjatuh ke jurang.
Akibat kecelakaan tersebut, lima penumpang meninggal dunia, yaitu Xu Huangyuan (65), Xu Mingbiao (61), Xu Yuexiang (52), Zhong Yuemei (63), dan Xu Huijuan (61). Delapan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Penanganan Jenazah Korban oleh RSUD Buleleng
Lima jenazah wisatawan asal China masih dititipkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng.
Tim forensik RSUD Buleleng telah melakukan pemeriksaan luar terhadap seluruh korban, yang terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki.
Dokter Forensik RSUD Buleleng, dr. Klarisa, menjelaskan, “Kami menerima lima jenazah. Tiga orang datang lebih dulu, lalu disusul dua lainnya sekitar. Semua sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di RSUD Buleleng, sehingga langsung kami bawa ke kamar jenazah,” kata dr. Klarisa, Sabtu (15/11/2025).
Pihak RSUD belum dapat memastikan apakah korban meninggal di lokasi kecelakaan atau dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Kami hanya melakukan pemeriksaan luar. Otopsi atau pemeriksaan dalam belum dilakukan karena kami masih menunggu koordinasi dari kepolisian dengan pihak kedutaan,” tambahnya.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Jenazah 5 Wisatawan China Korban Kecelakaan di Jalur Singaraja–Denpasar Disimpan di RSUD Buleleng.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.