Joan Laporta Dituduh Victor Font Gunakan Keuntungan Klub untuk Politik
Barcelona tengah bersiap memasuki periode penting menjelang 2026, tahun yang diyakini akan menjadi titik krusial bagi masa depan klub.
Selain fokus memaksimalkan stadion Camp Nou yang telah direnovasi dan membangun tim kompetitif, Barcelona juga akan menentukan presiden baru.
Dalam dinamika itu, isu serius mencuat setelah Joan Laporta dituduh oleh Victor Font memanfaatkan fasilitas klub demi keuntungan politiknya.
Barcelona pun kembali jadi sorotan karena tudingan tersebut muncul di tengah persaingan memperebutkan kursi presiden.
Laporta, yang disebut sebagai kandidat terkuat, kini harus menghadapi tekanan baru dari pesaing utamanya, Font, yang menyoroti penggunaan aset klub menjelang pemilihan.
Font Menuding Laporta Gunakan Sumber Daya Klub
Ketegangan antara Joan Laporta dan Victor Font meningkat setelah laporan media Spanyol mengungkap adanya tudingan bahwa presiden Barcelona itu memakai aset klub untuk kegiatan politik.
Font menilai acara yang dijadwalkan Laporta—di mana anggota klub dapat berfoto bersama maskot dan trofi-trofi terbaru—merupakan bentuk penyalahgunaan.
Font menegaskan bahwa aset tersebut seharusnya tidak digunakan untuk menguntungkan salah satu calon. Ia menuliskan kritik tajam melalui media sosial.
"Berkampanye dengan sumber daya klub merupakan konflik kepentingan dan, kemungkinan besar, tindakan ilegal," tulisnya.
Font bahkan menjawab secara sarkastis dengan menuntut perlakuan serupa.
"Kita harus meminta klub untuk meminjamkan maskot CAT dan trofi dari gelar musim lalu untuk acara yang kita adakan Senin ini."
Tuduhan ini mencuat tepat sebelum Font menggelar acara serupa untuk para anggota, membuat tensi politik dalam internal klub semakin meningkat.
Laporta Tetap Difavoritkan dalam Pemilihan Presiden
Gelandang Barcelona Fermin Lopez bereaksi pada laga Liga Champions antara Club Brugge dan FC Barcelona di stadion Jan Breydelstadion, di Bruges, pada tanggal 5 November 2025.
Di tengah kontroversi ini, Joan Laporta tetap menjadi kandidat terkuat untuk melanjutkan masa kepemimpinannya di Barcelona.
Laporan media Spanyol menyebutkan Laporta siap mencalonkan diri untuk masa jabatan lima tahun berikutnya setelah melalui periode yang ia sebut sebagai “salah satu yang paling menantang” dalam sejarah klub.
Selama masa jabatannya, Laporta berfokus pada pemulihan keuangan dan pengawasan rekonstruksi Spotify Camp Nou.
Beberapa perubahan dalam struktur manajemen diperkirakan akan terjadi, terutama setelah kepergian tokoh seperti Eduard Romeu dan Juli Guiu.
Meskipun demikian, kubu Laporta diyakini akan mempertahankan sebagian besar anggota tim eksekutif saat ini.
Pesaing Lain Bermunculan
Selain Font, sejumlah nama lain mulai muncul sebagai penantang dalam pemilihan presiden Barcelona.
Victor Font sendiri tetap menjadi sosok yang kuat setelah pada pemilihan sebelumnya meraih posisi kedua melalui proyek “Sí al Futur”.
Penantang lain, Joan Camprubi dari kelompok “Som un Clam”, menyerukan profesionalisme dan transparansi lebih besar dalam manajemen klub.
Ia didukung tokoh-tokoh seperti Jordi Roche dan Marta Pascual.
Ada juga Xavi Vilajoana yang meluncurkan kampanye konsultatif “Veus del Barça” untuk mendekatkan proses pengambilan keputusan kepada anggota klub.
Tak ketinggalan ekonom Marc Ciria turut mencuri perhatian karena menentang penjualan sebagian BLM, unit komersial klub.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.