Tinjamu Mengapung di Toilet? Pertanda Masalah Serius?

Ilustrasi buang air besar (BAB).
Ilustrasi buang air besar (BAB).

 Pernahkah kamu menyadari saat buang air besar, tinjamu mengapung? Banyak anggapan bahwa ketika tinja mengapung di toilet pertanda adanya masalah serius pada pencernaanmu. Sebaliknya, jika tinja yang tenggelam ke dasar toilet menandakan bahwa kesehatan ususmu baik.

Lantas benarkah demikian? Apa benar tinja yang mengapung berarti ada masalah kesehatan yang serius? Pertama mari pahami alasan mengapa tinja bisa tenggelam atau mengapung.

Melansir laman Times of India, Rabu 19 November 2025, tinja manusia sebagian besar terdiri dari air, sisa makanan yang tidak tercerna, berbagai jenis bakteri, serta sedikit lemak. Komponen tinja umumnya memiliki densitas lebih tinggi dari air. Karena itu, tinja biasanya tenggelam saat masuk ke dalam kloset.

Sementara itu, tinja bisa mengapung ketika densitasnya menjadi lebih rendah dari air. Ini dapat terjadi karena beberapa alasan:

1. Gas Berlebih

Gelembung gas yang terperangkap dalam tinja membuatnya lebih ringan dan bisa mengapung.

2. Lemak Berlebih atau Malabsorpsi

Jika sistem pencernaan tidak menyerap lemak dengan baik, tinja dapat mengandung lebih banyak lemak sehingga menjadi lebih ringan.

Sebuah penelitian di PubMed Central yang melibatkan 1.252 peserta meneliti apakah tanda sederhana yaitu tinja yang mengapung dapat memberikan gambaran tentang kondisi gangguan pencernaan.

Peneliti ingin mengetahui apakah tinja mengapung terkait dengan kondisi psikologis atau kecepatan transit kolon (seberapa cepat tinja bergerak melalui usus besar). Dari jumlah tersebut, 344 pasien memenuhi kriteria gangguan fungsional usus dan menjalani evaluasi psikologis serta studi transit kolon.

Dari penelitian itu ditemukan 26% pasien dengan gangguan pencernaan fungsional melaporkan tinja mengapung jauh lebih tinggi dibanding hanya 3% pada penderita gangguan pencernaan lainnya.

Dari analisis regresi logistik menunjukkan bahwa IBS campuran (mixer IBS),  kombinasi konstipasi dan diare merupakan satu-satunya kondisi yang berhubungan secara independen dengan tinja yang mengapung. Sementara pada pasien IBS campuran, 26% mengalaminya, dibanding hanya 3% pada kelompok lainnya.

Penyebab Tinja Mengapung yang Umum dan Tidak Berbahaya

Dalam banyak kasus, tinja mengapung hanya terjadi sementara. Beberapa penyebab ringannya antara lain:

1. Pola Makan dan Gas

Beberapa makanan menghasilkan gas lebih banyak di dalam pencernaan, seperti:

  • kacang-kacangan
  • lentil
  • sayuran tinggi serat tertentu
  • minuman berkarbonasi

Menurut WebMD, gas yang terperangkap di usus dapat menurunkan densitas tinja sehingga membuatnya mengapung. Biasanya ini hanya terjadi sesekali. Namun bila sering muncul, bisa menandakan fermentasi berlebih di usus.

2. Makanan Berlemak

Makan hidangan berlemak tinggi dapat membuat tinja mengandung lebih banyak lemak sementara, sehingga mengapung. Ini biasanya hanya bersifat sementara.

Ahli gizi Chrystie dalam akun Instagram-nya menyebut jika hanya terjadi sesekali, biasanya berarti tinja hanya mengandung lebih banyak gas.

3. Gangguan  Pencernaan

Namun jika tinja mengapung terus-menerus disertai gejala pencernaan lain, bisa jadi ada gangguan penyerapan karbohidrat atau lemak, atau tanda intoleransi laktosa.

Chrystie juga menambahkan:

  • Malabsorpsi lemak: tinja cenderung lengket, berminyak, dan berbau tajam
  • Malabsorpsi karbohidrat:  tinja cenderung lembek, berserat, dan tampak “berbusa”

Malabsorpsi yang terjadi berkepanjangan bisa mengarah pada masalah seperti gangguan produksi empedu, infeksi usus, pertumbuhan bakteri berlebih, hingga kondisi yang belum terdiagnosis seperti Crohn’s disease atau celiac disease.