Persebaya Inkonsisten, Tuntutan "Perez Out" Terus Menggema

Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez Moran, menghadapi situasi pelik menyusul performa tim yang dinilai inkonsisten hingga pekan ke-12 Super League 2025-2026.
Desakan agar Eduardo Perez Moran mundur dari kursi kepelatihan Persebaya Surabaya pun semakin kencang terdengar.
Puncak kekecewaan suporter terlihat jelas setelah Persebaya Surabaya ditahan imbang Persik Kediri.
Teriakan "Edu Out" menggema di tribune Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada pertengahan babak pertama dan seusai pertandingan laga Derbi Jawa Timur.
Menanggapi tekanan tersebut, ia memberikan tanggapan yang tenang namun tegas.
Menurutnya, kritik dan tekanan adalah bagian tidak terpisahkan dari dunia sepak bola profesional.
"Ketika bekerja di dunia sepak bola, Anda harus siap untuk segalanya. Jadi, saya menghormati semua pendapat," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Rapor mengecewakan, tercecer di klasemen
Desakan "Edu Out" dari Bonek cukup beralasan jika menilik perjalanan Persebaya musim ini.
Tim Bajul Ijo masih tercecer di papan tengah, tepatnya di posisi ke-8 klasemen sementara Super League 2025-2026.
Posisi ini jelas di luar ekspektasi tim yang selalu menargetkan papan atas.
Rapornya terbilang mengecewakan karena baru mampu meraih 15 poin dari empat kemenangan, tiga imbang dan tiga kekalahan.
Sehingga lini serang yang diharapkan tajam pun tampil inkonsisten. Sebab tim baru mencetak 12 gol, atau rata-rata hanya satu gol per pertandingan.
Eduardo mencari solusi dan bekerja keras setiap hari
Eduardo Perez tidak menutup mata dengan kondisi ini.
Namun terpenting baginya saat ini adalah mencari solusi untuk segera mendapatkan performa yang diharapkan. Ia menegaskan skuad dan staf kepelatihan yang bekerja keras setiap hari.
"Saya sangat kuat sekarang. Saya berada di satu momen di mana saya lebih kuat dari sebelumnya. Saya percaya pada semua pemain, di klub. Kami bekerja sangat keras setiap hari," ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Pemain Persik Kediri Supriadi dihalau pemain Persebaya Surabaya Dejan Tumbas saat laga pekan ke-12 Super League 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Jumat (7/11/2025) malam.
Eduardo tetap fokus di bawah tantangan
Ia menambahkan bahwa dirinya akan tetap fokus pada pekerjaannya untuk memberikan yang terbaik bagi Persebaya dan tidak akan terdistraksi oleh suara-suara dari luar.
"Tentu saja, saya menghormati semua pendapat, tetapi saya harus fokus pada pekerjaan saya. Jika Anda tidak siap mendengarkan hal-hal ini, lebih baik Anda tidak bekerja di dunia (sepak bola) ini," kata Eduardo Perez.
“Jadi, tentu saja saya menghormati semuanya, tetapi saya lebih kuat dari sebelumnya,” pungkasnya.
Di sisi lain, gema ‘Edu Out’ memicu spekulasi mengenai calon pelatih pengganti.
Dalam beberapa pekan terakhir, satu nama besar yang santer dikaitkan dengan Persebaya adalah pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares.
Ia dinilai sebagai sosok ideal berkat prestasinya membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 musim 2022-2023 lalu dengan skuad yang relatif sederhana.
Apalagi gaya permainan disiplin dan pressing ketat yang diterapkan dianggap cocok untuk membangkitkan mental juang para pemain Bajul Ijo.
Isu ini semakin menguat setelah muncul kabar pihak klub dan Bernardo Tavares telah melakukan komunikasi melalui pertemuan virtual.
Meskipun demikian, hingga berita ini diturunkan, manajemen Persebaya Surabaya belum memberikan komentar resmi terkait evaluasi posisi Eduardo Perez maupun spekulasi yang mengaitkan mereka dengan pelatih asal Portugal itu.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.