Sambil Berkaca-kaca! Vina Panduwinata Ungkap Pencipta Lirik Burung Camar Gak Pernah Dapat Royalti Sejak 1980-an

Vina Panduwinata
Vina Panduwinata

 Suasana ruang rapat di Gedung DPR RI mendadak haru saat penyanyi legendaris Vina Panduwinata angkat bicara soal nasib para pencipta lagu di Indonesia.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Selasa, 11 November 2025, pelantun “September Ceria” itu menyampaikan kisah yang membuat banyak orang terdiam. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

Datang sebagai perwakilan dari Vibrasi Suara Indonesia (VISI), Vina—yang akrab disapa Mama Ina—menyoroti ketimpangan sistem royalti di Tanah Air. Ia mempertanyakan mekanisme pembayaran royalti bagi lagu-lagu yang kerap dibawakan secara spontan di atas panggung, terutama ketika penonton meminta lagu tambahan.

“Pada saat show itu, pada saat konser itu, ada kadang permintaan dari penonton, ada penambahan lagu,” ujar Vina Panduwinata di hadapan anggota dewan.

Menurutnya, situasi semacam itu seringkali membuat hak pencipta lagu terabaikan, sebab sistem pembayaran royalti masih berpatokan pada daftar lagu yang diserahkan sebelum konser berlangsung.

Namun, momen paling mengharukan terjadi ketika Vina menyinggung kisah Iwan Abdulrachman, pencipta lirik lagu legendaris “Burung Camar” yang ia populerkan di era 1980-an. Dengan nada bergetar, Vina mengaku baru mengetahui bahwa sang penulis lagu tersebut tak pernah menerima royalti atas karya fenomenalnya itu.

“Saya ngobrol dengan Kang Iwan Abdurachman, kira-kira 4 bulan yang lalu, dia yang membuat lirik 'Burung Camar',” ungkap Vina.

Ia kemudian melanjutkan dengan suara yang hampir tercekat.

‘Ih, saya mah nggak pernah ada satu sen pun saya nerima’. Saya nangis dengar itu,” katanya dengan mata berkaca-kaca, menirukan percakapannya dengan sang penulis lirik.

Kisah pilu itu mencerminkan betapa lemahnya sistem perlindungan hak cipta dan distribusi royalti di industri musik Indonesia. Lagu “Burung Camar” yang begitu populer dan menjadi salah satu ikon musik Tanah Air, ternyata tak pernah memberikan hak finansial yang semestinya bagi penciptanya.

Vina berharap, kisah Iwan Abdulrachman bisa membuka mata para pemangku kebijakan agar segera memperbaiki sistem yang selama ini merugikan para pencipta lagu. Ia menegaskan bahwa musisi, terutama pencipta karya, seharusnya mendapat perlindungan yang jelas dan adil.