Bezzecchi Bawa Aprilia Kembali Berjaya di MotoGP Portugal, Ducati Kian Terpuruk

Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, Ducati dan Bagnaia Kian Tertekan, Sprint Race Jadi Pertunjukan Terbaik, Marini Masih Kesulitan di Honda, Binder dan Zarco Jadi Pahlawan Tim, Yamaha Kembali Tenggelam
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi

 Marco Bezzecchi tampil luar biasa di MotoGP Portugal 2025 dan membawa Aprilia kembali berjaya di puncak podium. Sementara itu, Ducati yang diwakili Francesco Bagnaia justru kian terpuruk usai kembali gagal finis, memperpanjang tren buruk yang menimpa juara dunia dua musim terakhir itu.

Balapan di Sirkuit Portimao menjadi panggung pembuktian bagi Aprilia setelah performa naik turun di beberapa seri sebelumnya. Bezzecchi tampil sangat tenang sejak start, menjaga ritme tanpa memaksakan diri di awal lomba, dan menunjukkan pengelolaan ban yang sempurna untuk menutup akhir pekan dengan kemenangan gemilang.

“Setelah beberapa hasil yang mengecewakan, kemenangan ini terasa luar biasa. Saya hanya berusaha tetap fokus dan mengatur ban untuk kuat di paruh kedua balapan,” ujar Bezzecchi usai lomba dikutip motorsport.com.

Kemenangan ini bukan hanya mengangkat moral Aprilia, tetapi juga memperkuat posisi Bezzecchi di peringkat ketiga klasemen sementara, sekaligus menyalip Francesco Bagnaia yang terus terjebak dalam rentetan hasil buruk.

Ducati dan Bagnaia Kian Tertekan

Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia

Bagi Francesco Bagnaia, MotoGP Portugal kembali menjadi mimpi buruk. Menggunakan motor Ducati Desmosedici GP25 yang dikenal bertenaga, sang pembalap pabrikan justru kehilangan kepercayaan diri setelah gagal mengontrol grip di beberapa lap awal.

Setelah finis kedelapan di sprint race akibat ban belakang cepat aus, Bagnaia kembali gagal menyelesaikan balapan utama. Ia terjatuh di lap ke-11 karena kehilangan kendali pada bagian depan motornya saat pengereman.

Ini menjadi kali keempat beruntun Bagnaia gagal finis di balapan hari Minggu sejak kemenangannya di Jepang. Hasil buruk tersebut membuat posisinya di klasemen kini terancam disalip pembalap muda KTM, Pedro Acosta, yang hanya berjarak empat poin menuju seri penutup di Valencia.

Sprint Race Jadi Pertunjukan Terbaik

Meski Bagnaia gagal bersinar, balapan sprint di Portugal justru menghadirkan aksi menegangkan. Alex Marquez dan Pedro Acosta terlibat duel ketat hingga garis finis, dengan Marquez akhirnya keluar sebagai pemenang hanya unggul 0,120 detik.

Bezzecchi juga tak tertinggal jauh di posisi ketiga dengan selisih 0,6 detik. Aksi tiga pembalap tersebut membuat format sprint kembali menjadi tontonan paling menarik di kalender MotoGP musim ini.

Marini Masih Kesulitan di Honda

Luca Marini kembali belum mampu menunjukkan potensi terbaiknya bersama Honda. Pembalap asal Italia itu hanya finis ke-11 setelah kesulitan mengatasi kurangnya grip dan stabilitas motor RC213V.

Padahal, rekan setimnya Joan Mir tampil cukup konsisten dan bahkan sempat meraih dua podium dalam lima seri terakhir. Tekanan kini semakin besar bagi Marini untuk menunjukkan peningkatan di sisa musim.

Binder dan Zarco Jadi Pahlawan Tim

Brad Binder tampil solid bersama KTM. Meski start dari posisi ke-14, Binder berhasil memanfaatkan sistem start cepat KTM untuk merangsek ke depan dan finis kelima. Penampilan ini menandai kebangkitan Binder setelah beberapa seri tampil di bawah performa.

Sementara di kubu Honda, Johann Zarco juga menunjukkan kemajuan signifikan. Setelah kesulitan dengan RC213V versi baru, pembalap Prancis itu akhirnya menemukan setelan motor yang lebih stabil. Zarco menutup akhir pekan dengan finis ketujuh di sprint dan kesembilan di balapan utama hasil maksimal di trek yang dikenal tidak bersahabat bagi Honda.

Yamaha Kembali Tenggelam

Berbeda dengan Zarco, pembalap Yamaha Alex Rins justru mengalami kemunduran performa. Setelah sempat finis 10 besar di Indonesia dan Australia, ia hanya mampu menempati posisi ke-13 di Portugal.

Rins kesulitan sejak sesi kualifikasi, berada di urutan ke-17, lalu terhambat masalah kopling di sprint race. Di balapan utama, ia gagal menemukan kecepatan yang dibutuhkan untuk menembus 10 besar. Kini, Yamaha dan Rins menaruh harapan besar pada tes Valencia untuk menemukan solusi atas performa yang terus menurun di akhir musim.