Mendikdasmen Sebut Game Bisa Jadi Media Pendidikan, Tapi ...
Game memiliki potensi untuk menjadi alat pembelajaran yang efektif, terutama dalam menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan generasi digital saat ini.
Namun, tanpa pengawasan yang memadai baik oleh orang tua, sekolah maupun pembuat game bisa berubah menjadi risiko: mulai dari konten kekerasan atau tidak layak hingga kecanduan.
Ilustrasi bermain game.
Terlebih, di Indonesia baru-baru ada peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta yang dilakukan oleh seorang siswa, dan memakan korban. Adanya kejadian tersebut Presiden Prabowo Subianto berencana batasi game online yang mengandung kekerasan.
Ia dikabarkan tengah mempertimbangkan rencana pembatasan ketat terhadap penggunaan game online di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah melakukan pendekatan terhadap sekolah, baik dari guru maupun siswa. Melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan langkah-langkah dalam hal tersebut.
“Kami sudah menyampaikan dari awal bahwa game itu ada manfaatnya, ya itu sudah diskusi akademik yang sangat panjang. Game sebagai media pendidikan ya, tetapi game yang tidak diawasi itu menjadi masalah tersendiri,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, dikutip VIVA langsung Selasa, 11 November 2025.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ada problem dalam hal tersebut yaitu pengawasan untuk anak-anak. Saat ini, bermain game khususnya untuk anak-anak memang perlu adanya pengawasan terutama orang tua.
Mendidaksmen Abdul Muti bersama Menaker Yassierli dan Menter Abdul Kadir Karding
“Dan problemnya sekarang adalah, ya siapa yang bisa mengawasi ketika anak bermain game Apalagi ketika main game-nya dengan HP di kamar misalnya, itu kan tidak ada yang bisa mengontrol dan banyak kekerasan itu terjadi,” tambah Abdul Mu’ti.
Pemerintah menekankan bahwa pengawasan terhadap penggunaan game bukan hanya tugas sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. Kemendikdasmen pun mengajak semua pihak agar menyikapi penggunaan game dengan keseimbangan, memilih game yang tepat, menetapkan batasan waktu, dan aktif mendampingi anak dalam menggunakan media digital.