STIK Polri Genjot Revitalisasi AI, Dorong Polri Jadi Lebih Prediktif dan Humanis
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung transformasi kelembagaan Polri menuju era digital yang lebih modern, responsif, dan berkeadilan.
Salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan adalah revitalisasi fungsi Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat tindakan preemptif dan preventif di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Dalam menghadapi dinamika kejahatan modern dan kompleksitas sosial yang semakin tinggi, Polri dituntut untuk tidak hanya reaktif dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu melakukan pendekatan prediktif dan humanis,” kata Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri, Komisaris Besar Polisi Slamet Riyadi, dikutip Sabtu, 8 November 2025.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan menjadi langkah strategis dalam mempercepat deteksi dini, menganalisis pola gangguan Kamtibmas, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan riset ilmiah.
“Kebijakan revitalisasi fungsi AI di STIK bertujuan menciptakan ekosistem akademik dan operasional yang terintegrasi antara pendidikan, penelitian, dan kebijakan kepolisian. Dengan demikian, STIK berperan sebagai laboratorium intelektual Polri yang mengembangkan inovasi kebijakan berbasis riset dan teknologi," ujar Slamet.
Ia menyebut, dalam rancangan kebijakan tersebut, STIK melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan kekuatan dan tantangan implementasi digitalisasi di tubuh Polri.
Kombes Slamet menegaskan, program revitalisasi AI ini diharapkan menjadikan STIK sebagai pusat unggulan riset kebijakan kepolisian berbasis data dan kecerdasan buatan.
“Langkah ini tidak hanya meningkatkan efektivitas fungsi preemptif dan preventif Polri, tetapi juga menjadi model bagi pengembangan ‘Smart Policing’ yang sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju ‘Smart Governance,
Penerapan AI dalam fungsi Kamtibmas juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, dengan menampilkan wajah kepolisian yang profesional, transparan, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan AI dalam fungsi Kamtibmas juga akan memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, dengan menampilkan wajah kepolisian yang profesional, transparan, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
"Dengan dukungan seluruh unsur pendidikan, penelitian, dan kerja sama lintas lembaga, Polri berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif, modern, dan humanis,” katanya lagi.