Alasan Onad Dapat Restu Direhabilitasi: Ada Keinginan Sembuh dan Menyesal
Musisi Onadio Leonardo akhirnya resmi memasuki fase pemulihan setelah terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.
Pria yang dikenal dengan nama Onad tersebut dikirim ke fasilitas rehabilitasi di kawasan Jakarta Selatan, pada Selasa 4 November 2025. Langkah ini menandai awal dari proses yang harus dijalaninya sebagai bagian dari penanganan hukum sekaligus pemulihan kesehatan. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Mantan vokalis Killing Me Inside itu akan menjalani program rehabilitasi rawat inap selama beberapa bulan ke depan. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak kepolisian, yang memastikan proses penanganan kasus Onad telah mengikuti seluruh mekanisme hukum dan asesmen yang diperlukan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah asesmen dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).
“Kemarin sudah kami lakukan asesmen dan dari asesmen tersebut sudah disetujui oleh pihak BNNP untuk dilakukan rehabilitasi,” kata Wisnu kepada wartawan.
Menurut keterangan resmi, Onad dijadwalkan menjalani rehabilitasi selama kurang lebih tiga bulan penuh.
“Kurang lebih, informasi yang kami dapat, 3 bulan untuk rawat inap. Itu hasil daripada pemeriksaan, masukan dari BNNP,” papar Wisnu.
Polisi menegaskan bahwa status Onadio dalam perkara ini adalah sebagai pengguna, bukan pengedar maupun bagian dari jaringan peredaran narkotika.
“Saudara OL ini adalah korban penyalahgunaan narkoba, pemakai, tidak terlibat daripada jaringan-jaringan narkotika ataupun bandar,” terang Wisnu.
Selain dianggap sebagai korban, Onad disebut menunjukkan sikap baik dan kooperatif selama proses hukum berlangsung. Keinginannya untuk pulih juga menjadi salah satu dasar dipilihnya jalur rehabilitasi.
“Ya pastinya ada keinginan untuk sembuh dan menyesal,” pungkas Wisnu.
Publik tentu masih mengingat perjuangan Onad dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah memutuskan fokus pada karier solo, dunia digital kreatif, hingga menjadi ayah. Karena itu, kabar masuknya ia ke rehabilitasi menuai beragam reaksi—mulai dari dukungan moral hingga harapan agar ia benar-benar bangkit dan meninggalkan ketergantungan narkotika.