Penutupan Jalan Syuting Film Lisa BLACKPINK Sudah Disosialisasikan ke Warga Sekitar
Kehadiran Lisa BLACKPINK di Indonesia bukan hanya memicu antusiasme penggemar K-Pop, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap aktivitas lalu lintas di sejumlah wilayah. Idol global bernama lengkap Lalisa Manoban itu diketahui tengah menjalani proses syuting film internasional berjudul Extraction: Tygo bersama aktor Korea Selatan Ma Dong-seok.
Proses pengambilan gambar tidak hanya terpusat di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, tetapi juga merambah wilayah Tangerang, tepatnya di area Bendung Pintu Air 10, Kecamatan Neglasari. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Imbas dari produksi film berskala internasional ini, beberapa ruas jalan harus ditutup sementara dan arus kendaraan dialihkan. Kondisi tersebut tentu menarik perhatian publik karena tidak hanya melibatkan artis dunia, tetapi juga berdampak langsung pada mobilitas warga sehari-hari.
Penutupan Jalan Sudah Direncanakan
Pihak kecamatan menegaskan bahwa penutupan jalan bukan keputusan mendadak. Semua telah melalui koordinasi lintas instansi agar tidak menimbulkan kekacauan di lapangan. Kasi Trantib Kecamatan Neglasari, Ito Sucipto, menjelaskan bahwa proses ini sudah disiapkan jauh hari sebelumnya.
“Tentunya penutupan ini sudah sangat direncanakan, sudah masif. Ini melibatkan instansi terkait dari mulai jajaran Polres, Polsek, Dinas Perhubungan, dan tentunya dari pihak penyelenggara, dalam hal ini Pro-Film Production,” jelas Ito.
Koordinasi tersebut mencakup pengaturan lalu lintas, penempatan properti film, hingga penyebaran informasi kepada warga. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan rute perjalanan mereka selama proses syuting berlangsung.
Area yang Terdampak Syuting
Lokasi utama pengambilan gambar di Tangerang berada di Jembatan Bendung Pintu Air 10 hingga Simpang Tujuh. Kawasan ini dikenal cukup padat karena menjadi jalur alternatif menuju Bandara Soekarno-Hatta serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Tangerang.
Ito Sucipto menyebut bahwa pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Selain menjadi ikon daerah, area tersebut masih memungkinkan pengalihan arus kendaraan ke jalur lain sehingga izin dapat diberikan.
“Di sini cukup padat ya. Ini pemanfaatnya itu bukan hanya warga Kota Tangerang tapi juga Kabupaten Tangerang gitu dia yang datang ke Bandara Soekarno Hatta dan juga ke daerah Sepatan seperti itu,” jelasnya lagi.
Agar tidak menimbulkan kebingungan, pihak pemerintah daerah bersama Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi secara bertahap. Informasi disebarkan melalui media sosial, flyer, hingga spanduk di titik-titik strategis. Bahkan, grup warga di tingkat kelurahan juga dimanfaatkan untuk memastikan pesan sampai ke masyarakat luas.