BYD Alami Tantangan di Kuartal III 2025, Banyak Rival Baru

 Manufaktur asal Tiongkok, BYD disebut tengah mengalami penurunan keuntungan yang cukup tajam di kuartal ketiga 2025.

Berdasarkan keterangan dari pihak BYD, profit mereka di Cina ada di angka 7,82 miliar yuan atau sekitar Rp 18,2 triliun, turun 33 persen dari periode sama di 2024.

Sementara secara keseluruhan total pendapatan kotor atau revenue BYD di negara asalnya mengalami penurunan tiga persen.

Jika dilihat dari sisi jumlah unit, BYD telah mengantar 1,15 juta kendaraan ramah lingkungan ke tangan konsumen. Ini mencakup mobil listrik maupun hybrid.

Kei Car BYD Racco Meluncur di Jepang, Harga Rp 200 Jutaan

Meskipun angkanya mengesankan, ini turun 1,8 persen dari capaian di kuartal ketiga 2024.

"BYD mengurangi target penjualan mereka di 2025 sebanyak 16 persen menjadi 4,6 juta. Namun mereka masih mengharapkan penjualan EV dan PHEV bisa dua kali lebih banyak dari tahun lalu," tulis laporan Reuters dikutip Sabtu (01/11).

BYD disebut menghadapi dua kompetitor kuat di negara asalnya yakni Geely Automobile Holdings dan Chongqing Changan Automobile.

Kedua merek itu masing-masing mencatatkan kenaikan penjualan 96 persen dan 84 persen. 

Ada berbagai faktor dinilai dapat menjadi penyebab terjadinya penurunan penjualan lini produk BYD.

Misal, persaingan ketat di Cina ditambah kedatangan berbagai merek baru yang menawarkan opsi kendaraan harga kompetitif dan desain mumpuni.

Sengitnya kompetisi di Tiongkok tampaknya membuat BYD gencar di berbagai negara lain seperti Indonesia.

Bukan tanpa tantangan, meskipun penjualannya terbilang baik BYD mulai mendapatkan rival yang tidak hanya menawarkan mobil listrik tetapi juga hybrid.

Di Indonesia, per September 2025 Chery menggeser BYD sebagai mobil Cina terlaris dengan menjual 2.102 unit.

BYD menyusul di bawahnya dengan angka penjualan retail (pengiriman dari diler ke konsumen) 2.036 unit.

Changan Mau Bawa Mobil REEV ke Indonesia, S05 Kandidat Kuatnya

Penjualan retail BYD mengalami penurunan dari capaian di Agustus 2025 yaitu sebanyak 2.746 unit.

Namun dengan pengiriman Atto 1 yang sudah mulai berjalan, tidak menutup kemungkinan angka penjualan BYD bisa membaik di Oktober 2025.

10 Besar Penjualan Merek Mobil Cina September 2025 (Retail)

  1. Chery, 2.102 unit
  2. BYD, 2.036 unit
  3. Wuling, 1.467 unit
  4. Aion, 452 unit
  5. Denza, 369 unit
  6. GWM, 210 unit
  7. Geely, 207 unit
  8. Jaecoo, 174 unit
  9. MG, 92 unit
  10. Xpeng, 82 unit