PDIP Siap Bertemu Menhan Sjafrie Jika Diminta Beri Masukan soal Pertahanan

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya siap jika diajak bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Hal itu disampaikan Hasto merespons soal beberapa elite partai politik (parpol) yang bertemu dengan Menhan Sjafrie. Parpol yang dimaksud yaitu Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hasto menegaskan, pihaknya akan datang jika diminta memberikan masukan mengenai konsep pertahanan.

"Sehingga sekiranya kami diminta memberikan masukan, kami juga akan proaktif, untuk memberikan masukan tentang konsep pertahanan itu ya dengan cara pandang, geopolitik," ucap Hasto kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, dikutip Kamis, 23 Oktober 2025.

Hasto menjelaskan, PDIP memiliki konsep dan gagasan sendiri mengenai pertahanan yang berdasarkan pada pemikiran geopolitik Soekarno. 

Maka dari itu, dia kembali menegaskan PDIP siap jika diminta untuk memberikan masukan mengenai konsep pertahanan negara.

"Ya dalam konsep dan gagasan PDI Perjuangan tentang pertahanan, itu kan, didasarkan pada pemikiran geopolitik Soekarno, dan apa yang disampaikan Ibu Megawati sudah saya rumuskan di dalam disertasi di unhan, dalam pemikiran geopolitik Soekarno, dan relevansinya terhadap pertahanan negara," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menemui Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat, pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Sjafrie didampingi Wamenhan Marsekal (Purn) Donny Ermawan Taufanto ketika menyambut kedatangan Surya Paloh. Paloh tampak mengenakan jas biru warna khas Nasdem. 

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh

"Mau datang, kami welcome," ucap Sjafrie kepada wartawan.

Usai pertemuan, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh mengaku mendapatkan "vitamin".

Vitamin dimaksud, kata dia, yakni merupakan berbagai masukan yang telah membesarkan hati dan diharapkan melahirkan sebuah motivasi yang lebih kokoh dan lebih kuat.

"Jadi, ini saling memperkuat dan membesarkan hati. Itu pada intinya," ucap Paloh dalam konferensi pers setelah pertemuan usai.

Dengan begitu, ia turut berharap "vitamin" tersebut bisa memberikan keyakinan dalam kesadaran bahwa seberat-beratnya perjuangan bangsa tetap akan bisa dihadapi bersama dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Menhan turut mengaku mendapatkan "vitamin" dari Paloh yang akan dijadikan stamina dalam menghadapi berbagai tantangan dan tugas yang akan datang.

"Vitamin" dimaksud, kata dia, berupa masukan informal tetapi penuh dengan komitmen nasionalisme dan patriotisme, yang bisa membantu dirinya dalam tugas sebagai penentu kebijakan nasional untuk stabilitas.

Sementara itu, sejumlah elite PKS juga turut menemui Menhan Sjafrie pada Jumat, 17 Oktober 2025. Dalam pertemuan itu, PKS menepis adanya pembicaraan soal kabinet.

Ketua Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman menegaskan PKS selama ini sudah menjadi bagian dari pemerintah. 

"Begini, jangan salah ya. Kalau PKS ini sudah ada di kabinet. Kami punya satu menteri di kabinet yaitu menteri tenaga kerja, Prof Yassierli itu adalah usulan dari PKS. Jadi kami sudah di dalam kabinet," kata Sohibul kepada wartawan.