Fungsi, Peran, dan Sejarah Komite Olimpiade Internasional atau IOC

Komite Olimpiade Internasional, International Olympic Committee, apa itu ioc, Fungsi, Peran, dan Sejarah Komite Olimpiade Internasional atau IOC

Berikut adalah penjelasan apa itu IOC, termasuk sejarah, visi-misi, ketua, dan fungsi serta peran mereka.

Organisasi bernama International Olympic Committee (IOC) menjadi perhatian warga Indonesia pada Kamis (23/10/2025) setelah mengeluarkan pernyataan yang mendorong federasi-federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar event internasional di Indonesia.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengeluarkan empat keputusan imbas pembatalan visa atlet-atlet Israel dari Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 yang tengah berlangsung di Tanah Air.

Penolakan terhadap kedatangan atlet Israel terjadi setelah pemerintah Indonesia membatalkan visa bagi kontingen Israel yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 di Jakarta.

Federasi Senam Israel (IGF) menyebut keputusan Indonesia itu “mengejutkan dan memilukan”, serta menilai hal tersebut menciptakan preseden berbahaya bagi dunia olahraga internasional.

Imbas dari kejadian ini, Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional berkumpul dan mengeluarkan deklarasi di mana tindakan pemerintah Indonesia dianggap "menghalangi para atlet hak mereka untuk bersaing secara damai dan mencegah Olympic Movement (Gerakan Olimpiade) dari menunjukkan kekuatan olahraga."

Definisi IOC

International Olympic Committee (IOC) adalah organisasi internasional non-pemerintah dan nirlaba yang didirikan oleh Pierre de Coubertin pada 23 Juni 1894.

Berbasis di Lausanne, Swiss, IOC merupakan otoritas tertinggi dan pemimpin dari Gerakan Olimpiade (Olympic Movement) di seluruh dunia.

Tujuan utama IOC adalah membangun dunia yang lebih baik melalui olahraga, mempromosikan Olympism (filosofi yang mencakup keseimbangan tubuh, pikiran, dan kemauan), dan memastikan perayaan Olimpiade Musim Panas, Musim Dingin, dan Olimpiade Remaja secara teratur.

Visi Komite Olimpiade Internasional adalah: "Membangun Dunia yang Lebih Baik melalui Olahraga."

Presiden IOC kini adalah Kirsty Coventry asal Zimbabwe. Ia adalah mantan perenang yang berpartisipasi di 5 Olimpiade dari Sydney 2000 sampai Rio 2016.

Coventry memenangkan 7 medali Olimpiade: 2 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Ia menjadi Olympian asal Afrika paling sukses sepanjang sejarah.

Komite Olimpiade Internasional, International Olympic Committee, apa itu ioc, Fungsi, Peran, dan Sejarah Komite Olimpiade Internasional atau IOC

Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, berpose dengan Presiden International Olympic Committee (IOC) terpilih Kirsty Coventry di Gala Dinner Olympic Council of Asia (OCA) General Assembly 2025 di Kuwait City pada Minggu (11/5/2025).

Fungsi Utama IOC

Fungsi utama IOC sangat luas dan berpusat pada penyelenggaraan dan pengawasan Gerakan Olimpiade:

  • Memastikan Perayaan Olimpiade: Menjamin penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin secara teratur setiap empat tahun.
  • Mengawasi Gerakan Olimpiade: Menjadi badan pengatur tertinggi dari Gerakan Olimpiade, yang mencakup Komite Olimpiade Nasional (NOCs), Federasi Internasional (IFs), atlet, dan Komite Penyelenggara Olimpiade (OCOGs).
  • Mengembangkan dan Mempromosikan Olympism: Mendorong promosi nilai-nilai Olimpiade (keunggulan, persahabatan, dan rasa hormat) serta mendukung inisiatif yang memadukan olahraga dengan budaya dan pendidikan.
  • Memilih Tuan Rumah: Memiliki wewenang penuh untuk menentukan dan memilih kota atau negara yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade.
  • Mengamankan Integritas Olahraga: Memimpin perjuangan melawan doping, korupsi, dan segala bentuk manipulasi kompetisi, serta mempromosikan fair play.
  • Pendanaan Gerakan Olahraga: Mendistribusikan sebagian besar pendapatannya (sekitar 90%) untuk mendukung pengembangan olahraga dan atlet di semua tingkatan di seluruh dunia.

Peran Utama IOC

Peran IOC dapat dilihat dari kedudukannya sebagai garda depan Gerakan Olimpiade global:

  • Penjaga Olimpiade (Guardian of the Olympic Games): Bertanggung jawab untuk melindungi Piagam Olimpiade, yang merupakan seperangkat aturan dan prinsip dasar yang mengatur Gerakan Olimpiade.
  • Katalis Kolaborasi: Berperan sebagai penghubung dan katalisator kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan Olimpiade, termasuk Komite Olimpiade Nasional (seperti KOI di Indonesia), Federasi Olahraga Internasional, mitra global, dan badan penyiaran.
  • Penegak Netralitas Politik: Berusaha memastikan bahwa Olimpiade tetap netral dan terpisah dari intervensi atau konflik politik eksternal, sesuai dengan prinsip Piagam Olimpiade.
  • Pendorong Perubahan Sosial: Mendorong inisiatif seperti kesetaraan gender, inklusi, perlindungan atlet, dan pembangunan berkelanjutan melalui olahraga.
  • Pengembang Olahraga: Mendukung pengembangan olahraga di negara-negara yang membutuhkan melalui berbagai program dan bantuan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.