Browser AI ChatGPT Atlas Resmi Meluncur, Saham Google Anjlok!

Browser AI, ChatGPT Atlas
Browser AI, ChatGPT Atlas

OpenAI resmi memperkenalkan browser internet yang terintegrasi langsung dengan chatbot ChatGPT bernama ChatGPT Atlas, pada Selasa 21 Oktober 2025 waktu Amerika Serikat.

ChatGPT Atlas hadir layaknya peramban populer seperti Google Chrome, Safari, atau Mozilla Firefox. Namun, yang membuatnya berbeda adalah kecerdasan buatan yang tertanam di dalamnya. Browser ini disebut “lebih pintar” karena mampu melakukan berbagai tugas secara otomatis melalui fitur “mode agen”, yang memanfaatkan kemampuan ChatGPT dalam memahami konteks dan menjalankan perintah kompleks.

Menariknya, kehadiran ChatGPT Atlas langsung mengguncang pasar saham teknologi. Harga saham Alphabet, induk perusahaan Google dan Chrome, dilaporkan turun setelah pengumuman peluncuran browser tersebut.

Berdasarkan data MarketWatch, pada pembukaan pasar Selasa pagi, sekitar pukul 11.00 waktu EDT, saham Alphabet merosot ke 244 dollar AS (sekitar Rp 4 juta) per lembar. Padahal, dua jam sebelumnya — tepatnya pukul 09.00 EDT — saham perusahaan tersebut masih berada di atas 253 dollar AS (sekitar Rp 4,2 juta) per lembar.

Meski sempat terkoreksi, harga saham Alphabet kembali naik perlahan dan ditutup pada level 250 dollar AS (sekitar Rp 4,1 juta) pada penutupan pasar pukul 16.00 EDT.

Walaupun belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab penurunan tersebut, momen anjloknya saham Alphabet berdekatan dengan peluncuran ChatGPT Atlas. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa investor mulai mengkhawatirkan potensi ancaman yang dibawa Atlas terhadap dominasi Google Chrome.