Belum Seminggu Jualan, Pedagang Cilok di Korea Viral di TikTok

cilok di korea selatan, cerita penjual cilok di korea selatan, penjual cilok di korea selatan, cilok viral di korea selatan, jajanan viral 2025, Belum Seminggu Jualan, Pedagang Cilok di Korea Viral di TikTok

Penjual cilok umum ditemui di Indonesia. Sebaliknya, pemandangan ini hampir tak pernah ditemui di luar negeri.

Namun, pemandangan tak biasa tersebut justru terlihat di media sosial. Belakangan, viral video penjual cilok di Korea Selatan bernama Cilok Hengnim.

"Asli Korea Selatan, istri dari Indonesia," kata penjual cilok dalam video yang diunggah akun TikTok @rasidananakbaiik pada Jumat (10/10/2025) lalu.

Dalam video yang sudah ditonton lebih dari 80.000 kali hingga Rabu (15/10/2025) tersebut, si penjual tampak mengemas jualannya persis seperti di Indonesia.

Sejumlah cilok dan tahu dimasukkan ke dalam plastik bening, lalu disiram bumbu kacang dengan harga 10.000 won atau sekitar Rp 116.000-an per porsi.

Saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (15/10/2025), penjual cilok bernama Hengnim tersebut mengaku baru berjualan beberapa hari dan tidak menyangka dagangannya viral hingga ke Indonesia.

cilok di korea selatan, cerita penjual cilok di korea selatan, penjual cilok di korea selatan, cilok viral di korea selatan, jajanan viral 2025, Belum Seminggu Jualan, Pedagang Cilok di Korea Viral di TikTok

CIlok Hengnim, cilok yang dijual di Korea Selatan oleh orang asli Korea.

"Kayaknya di Korea enggak viral, tapi kayaknya orang Korea yang berhubungan dengan Indonesia tahu (cilok ini) viral karena banyak yang nanya ke kami," ujar Hengni,

Menurut dia, belum banyak masyarakat Korea Selatan yang tahu tentang jajanan khas Bandung, Jawa Barat tersebut.

Namun, Hengnim bersama sang istri berusaha meracik cilok agar rasanya tak jauh berbeda dengan cilok di Indonesia.

"Agar rasa Indonesianya tetap terjaga, kami beli bumbu Indonesia di Asia Mart yang ada di Korea," kata dia.

Hengnim menjajakan cilok ini di Ansan, kota di Korea Selatan yang dikenal ramai dengan warga Indonesia.

Ia mengaku belum bisa membuat cilok dalam jumlah banyak, mengingat belum tahu pasti seberapa banyak peminat jajanan Indonesia di sana.

"Beli bahan dan bumbu Indonesia di Korea agak mahal, terus kalau jualan keliling juga terbatas karena musim," jelas Hengnim.

Sebab Korea Selatan memiliki empat musim. Bila musim dingin atau salju tiba, sulit untuk keliling kota menjajakan cilok.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.