Viral Trik "Jessica" Atasi Tantrum Anak di TikTok, Kenapa Bisa Ampuh?

Viral Trik, Mengapa perhatian anak teralihkan?, Mengapa nama "Jessica" efektif?, Perbandingan dengan metode tradisional, Tidak berlaku untuk semua anak

Belakangan ini, media sosial terutama TikTok, sedang diramaikan oleh tren baru dalam menenangkan anak-anak tantrum.

Berbagai unggahan memperlihatkan orangtua berhasil menghentikan tangisan histeris buah hatinya hanya dengan menyebut nama "Jessica".

Dalam praktiknya, saat anak menangis atau menjerit, orangtua cukup berseru, "Jessica!", "There's Jessica! (Itu dia Jessica!", atau "Where's Jessica? (Di mana Jessica?)". Seketika, anak berhenti menangis dan mulai mencari sosok tersebut.

Kompas.com juga melakukan hal serupa kepada bayi yang sedang menangis, tetapi bukan nama Jessica melainkan nama kucing peliharaan di rumah, yaitu "Asmodeus" dan "Momod". Serupa dengan yang ada di media sosial, si bayi pun langsung terdiam di tengah-tengah tantrum.

Lantas, mengapa metode ini efektif?

Mengalihkan perhatian anak tantrum dengan memanggil nama orang lain

Mengapa perhatian anak teralihkan?

Ada penjelasan logis di balik fenomena ini. Pada dasarnya, orangtua mengalihkan perhatian anak dengan memperkenalkan ide baru, memberi mereka hal lain untuk difokuskan, dan menyela putaran emosi yang terjadi.

"Taktik ini bekerja dengan memutus siklus tersebut melalui pengalihan," ungkap dr. Madison Szar, MD, FAAP melansir Parents, Senin (27/4/2026).

Ia melanjutkan, sistem ini juga berhasil karena orangtua memberikan contoh watak yang mereka harapkan dari anak.

"Orangtua akan memanggil 'Jessica,' sering kali dengan suara yang tenang, dan menunggu dalam diam untuk sebuah tanggapan, dan anak-anak akan meniru perilaku ini," tambah dr. Szar.

Viral Trik, Mengapa perhatian anak teralihkan?, Mengapa nama "Jessica" efektif?, Perbandingan dengan metode tradisional, Tidak berlaku untuk semua anak

Ilustrasi anak tantrum.

Psikolog Anne Josephson, PsyD, MSEd mengamini hal tersebut. Ia menuturkan bahwa menyebutkan nama asing mengalihkan balita dari emosi yang meledak-ledak. Hal ini sejalan dengan betapa tidak masuk akalnya pemicu tangisan sejak awal.

Mengapa nama "Jessica" efektif?

Mungkin kamu penasaran apakah ada keistimewaan huruf pada nama "Jessica" atau "Asmodeus" yang mendorong anak untuk tenang. Nyatanya, kata lain juga bisa memberikan hasil serupa.

"Meskipun itu adalah nama yang indah, tidak ada yang ajaib dari nama 'Jessica'," tegas dr. Szar.

"Tidak ada hal yang secara bawaan mengatur dari nama itu sendiri, dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa suara atau kombinasi huruf tertentu akan menghentikan tangisan dengan cara yang berarti," ujar terapis Martina Nova.

Perbandingan dengan metode tradisional

Tak sedikit orangtua yang membujuk balita yang mengamuk dengan mainan atau permen. Namun, menawarkan snack manis bisa memunculkan stimulasi berlebih, sehingga gagal mengakhiri tantrum.

Hal ini justru bisa membangun hubungan tidak sehat dengan makanan anak. Selain itu, mengalihkan perhatian dengan mainan dapat memperkuat perilaku buruk tersebut.

Menurut Nova, metode menyebut "Jessica" dinilai lebih baik karena menyajikan sesuatu yang sama sekali baru, yang belum dicoba sebelumnya.

Viral Trik, Mengapa perhatian anak teralihkan?, Mengapa nama "Jessica" efektif?, Perbandingan dengan metode tradisional, Tidak berlaku untuk semua anak

Cara mengatasi tantrum pada anak.

Meski begitu, penting bagi orangtua untuk menyadari bahwa pengalihan emosi saat anak mengamuk bukan pengganti ikatan batin.

Terus-menerus memotong tantrum dengan gangguan membuat anak tidak belajar menghadapi emosinya.

"Teknik pengalihan perhatian pada dasarnya tidak buruk, dan sering kali diperlukan, tetapi harus selalu dipasangkan dengan koneksi yang bermakna," ujar dr. Szar.

Nova melanjutkan, interupsi tidak sama dengan regulasi. Seorang anak yang berhenti sejenak atau bahkan berhenti menangis tidak selalu berarti bahwa mereka merasa tenang, aman, atau dipahami.

"Tujuannya adalah mendukung anak untuk melewati pengalaman emosional dengan cara yang terasa aman dan terkendali," terang dia.

Tidak berlaku untuk semua anak

Setiap anak memiliki keunikan, sehingga teknik ini tidak selalu menjamin keberhasilan, terutama bagi anak dengan kondisi saraf berbeda. Perubahan tiba-tiba justru berpotensi memicu kekacauan pikiran.

"Bagi anak-anak dengan neurodivergen, sangat sensitif, atau lebih mudah mengalami disregulasi karena ketidakpastian, perubahan mendadak tersebut dapat terasa mengacaukan, bukan mengatur," ungkap Nova.

"Media sosial sering kali menyajikan strategi sebagai solusi universal. Namun pada kenyataannya, pengasuhan anak jauh lebih individual," tambah dia.

Meski demikian, para ahli sepakat mencoba pendekatan kreatif ini sama sekali tidak membahayakan anak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang