Membawa ‘Oase’ ke Dalam Rumah: 5 Ide Desain yang Bisa Kamu Tiru
Di tengah hiruk-pikuk kota besar, menghadirkan nuansa menenangkan dalam rumah bukan lagi sekadar tren—melainkan kebutuhan. Menggabungkan elemen alami dan buatan, desain ini menjadi ruang transisi yang lembut antara dunia luar dan dalam, menghadirkan kesan “oase” yang menenangkan di tengah kesibukan pameran seni terbesar Asia Tenggara. Konsep ini tak hanya cocok untuk pameran, tapi juga bisa menjadi inspirasi nyata untuk rumah Anda.
Berikut 5 ide desain dari KIAT Architects yang bisa Anda terapkan untuk menciptakan suasana rumah yang hangat, refined, dan menenangkan.
1. Maksimalkan Transisi Halus Antara Ruang Dalam dan Luar
Marcello Decaran menghadirkan konsep ruang yang tidak memiliki batas kaku antara interior dan eksterior. Tanaman hijau rimbun, kolom berlapis lumut, serta tirai menyerupai hutan menjadi elemen penting yang menyatukan keduanya.
Dengan sentuhan ini, rumah terasa lebih “bernapas”. Anda dapat menerapkannya dengan menambahkan taman kecil atau area hijau semi-terbuka di dekat ruang keluarga, atau menggunakan jendela besar yang menghubungkan taman dengan interior.
“Kami ingin menghadirkan sebuah ruang yang berfungsi sebagai oase di tengah hiruk-pikuk pameran. Pendekatannya adalah menciptakan atmosfer yang hangat namun tetap refined, dengan detail arsitektural yang mengajak tamu untuk berhenti sejenak, meresapi, dan menikmati desain sebagai bagian dari pengalaman sehari-hari,” ungkap Marcello Decaran.
2. Bermain dengan Cahaya Alami dan Buatan
Salah satu elemen unik lounge ini adalah penggunaan “matahari palsu” yang memandikan ruangan dengan cahaya siang, menciptakan suasana alami meski berada di ruang tertutup.
Di rumah, Anda bisa memanfaatkan skylight, curtain sheer putih untuk menyebarkan cahaya lembut, atau lampu sorot warm white yang diarahkan ke langit-langit untuk memberikan efek serupa. Kuncinya adalah pencahayaan yang tidak menyilaukan, namun memberikan nuansa hangat dan hidup.
3. Integrasikan Material Alami dengan Tekstur Organik
Kolom lumut, tirai seperti hutan, dan material bertekstur alami menjadi inti desain lounge. Penggunaan material ini memberikan kesan organik dan membangun koneksi emosional dengan alam.
Anda bisa mulai dari hal sederhana: panel kayu dengan finishing matte, batu alam untuk dinding aksen, atau tanaman rambat vertikal untuk memperkaya tekstur ruang. Kombinasi ini menciptakan kesan tenang dan grounding.
4. Pilih Furnitur yang Menyatu dengan Ruang
Lounge ini tidak hanya soal elemen arsitektur, tapi juga tentang bagaimana furnitur dan produk menyatu secara seamless.
“Kolaborasi dengan brand seperti Toshiba Japandi memberi kami peluang untuk mengeksplorasi bagaimana produk bisa diintegrasikan secara seamless dalam sebuah ruang. Sementara bersama CASA Indonesia, kami mendapatkan ruang dialog yang terbuka untuk eksperimen. Sinergi ini membuat proses kreatif lebih kaya dan hasilnya lebih relevan dengan publik yang akan menikmatinya," kata Marcello.
Untuk hunian, pilih perabot yang tidak terlalu mendominasi visual, tetapi mendukung keseluruhan nuansa ruang. Furnitur bergaya Japandi—minimalis namun hangat—bisa menjadi pilihan tepat.
5. Ciptakan Ruang untuk “Berhenti Sejenak”
Inti dari desain lounge ini bukan sekadar tampilan visual, melainkan pengalaman ruang. KIAT Architects menciptakan atmosfer yang mendorong orang untuk berhenti, meresapi, dan berinteraksi.
Di rumah, Anda bisa menerjemahkannya menjadi ruang tenang—bisa berupa sudut baca dengan kursi nyaman, taman kecil di teras belakang, atau area duduk minimalis di dekat jendela besar. Fokuskan pada kenyamanan indera: cahaya lembut, udara segar, tekstur hangat, dan tata ruang sederhana.
Dengan menerapkan kelima ide di atas, Anda bisa menghadirkan suasana “oase” ke dalam hunian, menghadirkan ketenangan di tengah rutinitas yang padat.
Pendekatan ini selaras dengan tren desain kontemporer yang tidak lagi hanya mengutamakan bentuk, tetapi juga perasaan dan pengalaman penghuni. Rumah bukan sekadar shelter, tapi juga ruang untuk merenung, berinteraksi, dan menemukan kembali keseimbangan.