Penerapan BBM Campuran Etanol Harus Dimulai dari Kota Besar
Wacana pemerintah mewajibkan kandungan etanol 10 persen pada bahan bakar minyak di Indonesia bakal segera diterapkan.
Rencana tersebut mulai dibicarakan pasca sejumlah perusahaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) batal menggunakan base fuel dari Pertamina karena kandungan etanolnya.
Namun BBM dengan campuran etanol 10 persen atau E10 tetap memiliki pro dan kontranya sendiri.
Misalnya perubahan atau penyesuaian harga bensin campuran etanol, meskipun dinilai tidak akan signifikan.

Tidak sekadar bahan bakar, perlu diperhatikan tidak semua mobil kompatibel dalam menggunakan E10 terkhusus kendaraan lawas berumur di atas 10 tahun.
Oleh karena itu Toyota sebagai salah satu manufaktur kendaraan roda empat di dalam negeri menyarankan implementasi itu bisa dimulai di kota besar dan wilayah tertentu.
“Di kota-kota besar sudah harus mulai, misalnya daerah Pondok Indah (pengguna kendaraan) sudah harus pakai etanol,” kata Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Kamis (09/10).
Kota besar jadi sasaran utama sebab penduduknya banyak lalu memiliki kendaraan dengan spesifikasi sesuai. Dari sisi finansial juga diyakini lebih baik.
Sehingga mampu untuk mengakomodir kendaraan maupun bahan bakar yang sesuai, dalam hal ini etanol.
Sementara bahan bakar bersubsidi ataupun bensin RON 90 seperti Pertalite ditempatkan di area yang memang membutuhkan.
“Daerah-daerah yang sudah bagus, Produk Domestik Bruto-nya (PDB) jutaan harus mulai ada stasiun hidrogen, etanol 85. Pasti mobil-mobilnya menyesuaikan,” tegas Bob.
Terlepas dari hal-hal tersebut, Toyota menyebutkan lini kendaraannya kompatibel dengan spesifikasi bahan bakar E10 ke atas.

Pihak Toyota menegaskan hal itu dilakukan untuk mengikuti roadmap energi seperti dicanangkan pemerintah.
Salah satu inovasi dari Toyota yakni Kijang Innova Zenix Flexy Fuel, bahkan diklaim bisa meminum bahan bakar bensin campuran etanol sampai 85 persen.
Jadi lini kendaraan pabrikan asal Jepang itu disebut siap mengikuti regulasi baru yang akan diterapkan pemerintah di masa mendatang.