Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Suci Mashhad, Upacara Besar Akan Digelar

VIVA Militer: Ayatollah Ali Khamenei.
VIVA Militer: Ayatollah Ali Khamenei.

Jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan di kota suci Mashhad, demikian seperti dilaporkan kantor berita Fars pada Selasa 3 Maret 2026. Mashhad adalah kota terbesar kedua di Iran. Kota ini diberi gelar Kota Suci karena merupakan lokasi berdirinya Kompleks Suci Imam Reza, tempat makam Imam kedelapan penganut Syiah.

Melansir laman Arab News, Rabu 4 Maret 2026, sebelum prosesi pemakaman digelar, nantinya akan digelar ‘upacara perpisahan terbesar’ di Tehran. Hal ini disampaikan oleh Garda Revolusi Iran melalui akun Telegram resmi mereka. Sementara itu terkait dengan tanggal pemakaman Ali Khamenei sendiri belum diumumkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dikabarkan sebelumnya, Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel  menghantam kompleks kediamannya di Teheran pada Sabtu 28 Februari 2026 lalu.

Seusai wafatnya Khamenei, kekuasaan untuk sementara diserahkan kepada dewan transisi yang terdiri dari tiga orang, hingga Majelis Ahli memilih penggantinya. Dewan tersebut beranggotakan presiden, kepala lembaga peradilan, serta seorang ahli hukum dari Dewan Garda lembaga yang mengawasi proses legislasi dan menyaring calon peserta pemilu.

Kantor berita Fars, mengutip seorang pejabat yang mengetahui proses tersebut, melaporkan bahwa demi alasan keamanan, rapat terakhir majelis kemungkinan akan ditunda hingga setelah pemakaman Khamenei.

Media Iran juga melaporkan bahwa gedung yang menjadi kantor Majelis beranggotakan 88 orang itu di kota suci Qom, sebelah selatan Teheran, terkena serangan Amerika Serikat dan Israel pada Selasa. Sehari sebelumnya, kantor pusat utamanya di ibu kota Iran juga dilaporkan ikut menjadi sasaran serangan.

Serangan Balasan Iran Pasca Kematian Khamenei

Menyusul dengan kematian pimpinan tertinggi Iran pada Sabtu lalu, pasukan elite Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa operasi serangan paling ganas dalam sejarah Republik Islam Iran akan segera dimulai.

“Operasi serangan paling berat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah pendudukan dan pangkalan para teroris Amerika,” demikian peringatan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) beberapa waktu lalu seperti mengutip laman CNN World, Minggu 1 Maret 2026.

Pemerintah Iran dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam.

Sementara itu, Supreme National Security Council (SNSC) menyatakan bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akan memicu kebangkitan besar dalam melawan para penindas dunia.

SNSC, lembaga kuat yang mengoordinasikan strategi pertahanan dan keamanan nasional Iran, menegaskan bahwa Iran dan sekutunya justru akan menjadi semakin tangguh dan semakin bertekad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan balasan ini berdampak ke beberapa negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar hingga Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara itu terdampak karena ada pangkalan militer atau aset militer AS di sana.

Tak hanya itu saja, Iran juga melancarkan serangan baru-baru ini ke Tel Aviv Beit Shemesh, kedutaan besar AS di Riyadh dan terbaru hari ini Konsulat AS di Dubai juga menjadi sasaran serangan Iran.