Real Madrid di Puncak, Diterjang Kabar Ruang Ganti Retak
Real Madrid gagah berada di puncak klasemen Liga Spanyol 2025-2026. Kendati demikian, Los Blancos tengah dilanda isu keretakan ruang ganti.
Saat tengah berada di atas, angin kencang berupa ketegangan di ruang ganti menerpa Real Madrid.
Beberapa waktu lalu, Federico Valverde disebut meminta kepada sang pelatih Xabi Alonso untuk tak lagi dimainkan di luar posisi naturalnya sebagai gelandang.
Dalam laga tandang Liga Champions melawan Kairat Almaty, Real Madrid memang kehilangan sejumlah opsi untuk bek kanan semodel Trent Alexander-Arnold dan Dani Carvajal yang mengalami cedera.
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, kemudian memainkan Raul Asencio, yang sejatinya adalah palang pintu, di pos bek kanan.
Rumor yang berembus menyebut Federico Valverde yang sebelumnya pernah mentas sebagai bek kanan Real Madrid, menolak melakukan pemanasan jelang laga dan pada saat permainan sudah berjalan.
Sikap Federico Valverde itu disebut sebagai bentuk protesnya. Ia sama sekali tak dimainkan ketika Real Madrid menggasak Kairat Almaty 5-0.
Namun, sang gelandang Uruguay segera memberikan klarifikasi.
"Saya sungguh sedih. Anda bisa mengatakan banyak hal tentang saya, tetapi Anda tidak bisa mengatakan saya menolak bermain. Saya telah memberikan segalanya dan bahkan lebih untuk klub ini," ujar Valverde di media sosial X pribadinya.
Bukan cuma Valverde yang dikaitkan dengan situasi tak bahagia dalam era kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid.
Vinicius Junior sempat terlihat menampilkan raut kecewa ketika ditarik keluar Xabi Alonso dalam sebuah pertandingan LaLiga melawan Espanyol 20 September silam.
Sementara itu, Rodrygo lebih suka dipandang sebagai penyerang sayap kiri, bukan di sisi sebaliknya.
Marca juga menyebut Rodrigo dan Brahim Diaz juga mempertanyakan keputusan Xabi Alonso untuk menaruh Franco Mastantuono di hierarki teratas pos penyerang sayap kanan.
Kiper Real Madrid asal Belgia #01 Thibaut Courtois menghentikan bola saat gelandang Arsenal asal Inggris #07 Bukayo Saka melepaskan tembakan dari titik penalti selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid CF dan Arsenal di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada tanggal 16 April 2025. (Foto oleh OSCAR DEL POZO / AFP)
Courtois Tambah Tensi
Situasi Thibaut Courtois disebut menambah ketegangan di ruang ganti Real Madrid.
Menurut laporan media Spanyol, Courtois disebut mengalami penurunan kepercayaan diri.
Pemain Real Madrid melihat kegugugan setiap kiper asal Belgia tersebut melakukan kesalahan. Kemampuan Courtois untuk mengalirkan bola dengan kakinya juga jadi perhatian.
Xabi Alonso tahu betul tentang segala isu yang tengah muncul ke permukaan. Ia pun merasa perlu meluruskan masalahnya.
“Tidak ada pemain, tidak Fede, tidak Rodrygo, tidak Vini, yang pernah mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak ingin bermain di suatu posisi,” kata Alonso dalam konferensi pers pada Jumat (3/10/2025) silam menjelang laga LaLiga Real Madrid melawan Villarreal.
“Hal itu tidak pernah terjadi. Semua orang ingin bermain, dan ketika mereka tidak bermain, mereka ingin berada di lapangan.”
“Tetapi tidak ada pemain yang mengatakan kepada saya bahwa dia tidak ingin bermain. Mereka semua memiliki sikap yang baik, dan saya yang memutuskan, saya harus memilih apa yang terbaik untuk tim. Saya ingin menegaskan hal itu," ucap Xabi Alonso dikutip dari ESPN.
Menurut Alonso, situasi ruang ganti Real Madrid tetap terkendali dan kedekatan pemain terjaga.
"Kami menghabiskan banyak waktu bersama," kata Alonso.
"Kami mempersiapkan pertandingan, kami merayakan kemenangan, kami bersedih hati ketika kalah. Itu membuat kami dekat, dan sangat bersatu.
"Saya selalu merasakan kepercayaan dan kedekatan dengan para pemain, mengetahui posisi saya, tetapi juga saling menghormati. Itu sangat penting bagi saya," ucap pelatih asal Tolosa, Spanyol, tersebut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.