Kronologi Kebakaran Pasar Kota Wonogiri: Api Diduga dari Lantai 2
Pasar Kota Wonogiri, Jawa Tengah, terbakar hebat pada Senin (6/10/2025) dini hari, menimbulkan kepanikan pedagang dan warga sekitar.
Kebakaran ini mengingatkan pada kejadian yang sama pada 23 tahun silam.
Penyebab pasti kebakaran pasar Wonogiri pada hari ini masih diselidiki, tetapi kesaksian sejumlah pedagang dan relawan di lokasi memberikan gambaran kronologisnya.
Kronologi kebakaran pasar Wonogiri
Menurut Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, api pertama kali muncul sekitar pukul 03.30 WIB di lantai dua bagian belakang pasar.
"Petugas seluruhnya langsung dikerahkan sesaat setelah laporan diterima," ujar Fuad, Senin (6/10/2025), seperti dilansir dari RRI.
Beberapa jam sebelum api membesar, warga pasar mencium bau sangit sekitar pukul 01.3-02.00 WIB, yang menandai kemungkinan adanya kebakaran.
"Informasinya dari lantai dua, tapi ya itu cerita yang saya dengar," kata seorang pedagang, Utomo Honru Suryanto, seperti dikutip .
Seorang relawan, Wakhit Setiyono, mengatakan, "Iya benar kebakaran di pasar Kota Wonogiri."
Ia juga mengonfirmasi keterangan saksi yang menyebut titik api pertama kali terlihat di lantai atas.
Saat api mulai terlihat membesar sekitar pukul 02.30 WIB, dugaan kuat titik awal api berada di lantai dua pasar, menurut sejumlah saksi mata.
Api kemudian meluas dengan cepat ke lantai tiga, membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka.
15 Lebih mobil pemadam dikerahkan
Fuad menjelaskan bahwa lebih dari 15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan, termasuk bantuan dari wilayah Soloraya dan Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
"Petugas seluruhnya langsung dikerahkan sesaat setelah laporan diterima," terang Fuad.
Kepala Seksi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menambahkan bahwa seluruh petugas dilibatkan sejak dini hari untuk memadamkan api.
"Damkar Soloraya sudah semua datang, ada juga dari Gunungkidul, banyak yang dilibatkan," ujarnya.
07.30 WIB, api belum sepenuhnya padam. Ketika itu, para petugas berjibaku menembus asap pekat dan suhu tinggi untuk mencegah perluasan kebakaran.
Relawan dan masyarakat sekitar juga ikut membantu pemadaman.
Api sulit dikendalikan karena kondisi pasar yang rapat dan banyak material mudah terbakar.
Aparat kepolisian menutup akses jalan di sekitar pasar demi kelancaran proses pemadaman dan memastikan tidak ada warga yang mendekati area berbahaya.
Di saat bersamaan, para pedagang pasar Wonogiri bergegas menyelamatkan barang dagangan mereka saat mengetahui kebakaran.
Penyebab dan kerugian akibat kebakaran pasar Wonogiri
Fuad mengatakan, penyebab kebakaran pasar Wonogiri hingga saat ini masih dalam penyelidikan.
“Belum bisa dipastikan sumbernya. Masih akan kami selidiki lebih lanjut,” ujarnya.
Tim Laboratorium Forensik akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah api padam.
Polisi dan BPBD memastikan proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati untuk mengetahui sumber api dan meminimalkan risiko di masa depan.
Meski belum ada laporan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah karena pasar merupakan pusat ekonomi ribuan warga di Wonogiri.
Warga dan pedagang berharap pemerintah segera memberikan bantuan dan dukungan untuk pemulihan, termasuk membangun pasar dengan sistem keamanan kebakaran yang lebih baik.
Setelah 23 tahun insiden kebakaran terjadi lagi, banyak pihak berharap ini menjadi momentum untuk meningkatkan keselamatan dan perlindungan bagi pedagang dan pengunjung pasar Wonogiri di kemudian hari.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.